ANALIS MARKET (11/2/2019) : IHSG Diprediksi Melemah, Pergerakan Masih Akan Dipengaruhi Sentimen Global

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Artha Sekuritas menyebutkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 6,521.66 (-0.22%), Jumat (08/2) lalu. Pelemahan didorong oleh sektor Basic Ind (-1.73%) dan sektor Mining (-1.46%). Pergerakan dipengaruhi oleh sentimen global dan rilis data CAD Indonesia yang dinilai kurang baik. Pelemahan cukup terbatas ditopang oleh stabilnya nilai tukar rupiah.

Sementara Bursa Amerika Serikat ditutup bercampur (08/2). Dow Jones ditutup 25,106.33 (-0.25%), NASDAQ ditutup 7,298.20 (+0.14%), S&P 500 ditutup 2,707.88 (+0.07%). Investor saat ini lebih fokus kepada negosiasi antara US – China yang masih terus berlanjut. Investor memiliki kecemasaan apabila negosiasi tidak membuahkan hasil, maka pertumbuhan ekonomi dunia akan terkena dampak secara signifikan.

Hingga saat ini, belum ada persetujuan apa pun dan batas akhir sudah kian dekat yaitu pada awal bulan Maret 2019. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan President Trump bahwa tidak akan bertemu denga President Xi Jinping hingga lewat sudah melewat bulan Maret tersebut. 

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, IHSG diprediksi melemah dengan Resistance 6,532 - 6,543 dan Support 6,487 - 6,504,” sebut analis Artha Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (11/2/2019).

Riset juga menyebutkan, pergerakan masih akan dipengaruhi sentimen global terutama kesepakatan antara China dan US serta data CAD Indonesia yang kurang baik.

Meski demikian, stabilnya nilai tukar rupiah dan data cadangan devisa yang dinilai cukup baik diharapkan dapat menopang pergerakan.

“Secara teknikal pergerakan IHSG berpotensi membentuk double bottom yang mengindikasikan akan terjadi pembalikan arah trend,” jelas analis Artha Sekuritas.