Masuki Musim Hujan, PLN Lakukan Mitigasi Listrik

Foto : istimewa

Pasardana.id - General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), M. Ikhsan Asaad, mengatakan pihaknya mulai memitigasi risiko keamanan kelistrikan untuk mengantisipasi musim hujan yang mulai mengguyur DKI Jakarta.

Salah satunya, yakni dengan cara melakukan pemeliharaan terhadap 189 gardu distribusi yang memasok rumah pompa di tempat-tempat penting. Gardu tersebut pun sudah ditinggikan sehingga jika wilayah sekitar gardu tersebut banjir, gardu tidak ikut terendam.

“Peninggian ini dilakukan agar aset PLN tidak terendam banjir dan rusak, sehingga gardu tetap bisa beroperasi melayani pelanggan," kata Ikhsan di PLN Disjaya, Kamis (7/11/2019).

"Data historis ada 17 Kecamatan 25 kelurahan dan 86 RW rawan banjir. Pasti disini ada gardu PLN, kabel listrik PLN dan pelanggan PLN," sambungnya.

Menurut dia, setiap tahun PLN Disjaya membentuk tim penanggulangan banjir sebagai kesiapan dan kesiagaan menghadapi kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana banjir di Jakarta.

PLN Disjaya juga membangun pusat komando sebagai pusat pemantauan kondisi sistem kelistrikan yang di dalamnya terdapat data daerah rawan banjir, pemantauan daerah pemadaman akibat banjir, hingga pemulihan pasokan listriknya.

Ikhsan melanjutkan, antisipasi berikutnya juga meninggikan sebanyak 62 gardu distribusi di daerah rawan banjir. Selain itu, PLN juga melakukan inspeksi dan pemeliharaan terhadap kabel tegangan rendah untuk segera dilakukan perbaikan, terutama di lokasi yang sering digunakan untuk berteduh pada saat hujan.

"Gardu ditinggikan 1,5 meter - 2 meter minimal gardu aman kalau mati bisa satu kampung kesetrum semua. Meninggikan instalasi sebanyak 62 gardu distribusi," tuturnya.

PLN juga melengkapi rumah pompa yang telah dilengkapi dengan Automatic Change Over (ACO). Dengan begitu, jika pasokan utama ke rumah pompa mengalami gangguan, maka pasokan listriknya akan otomatis berpindah ke pasokan cadangan, sehingga rumah pompa akan tetap bisa beroperasi sebagaimana mestinya.

"Selain itu PLN juga menyiapkan tim Detasemen Layanan Khusus 123 (Denyansus 123), posko siaga, ruang Disaster Recover Center, serta koordinasi dengan instansi terkait," tandasnya.