ANALIS MARKET (08/11/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.000 - Rp.14.030 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, hampir semua indeks futures di bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi naiknya indeks di bursa Asia hari ini, Jumat (08/11), ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini.

Sementara mata uang kuat Asia, yen, HK dolar dibuka menguat terhadap US dolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini.

“Tetapi, rupiah dibuka melemah pagi ini yang kemungkinan berlanjut hingga akhir perdagangan hari ini menuju kisaran antara Rp.14.000 - Rp.14.030 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Jumat (08/11/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal posisi cadangan devisa BI per Oktober 2019 tercatat sebesar US$126,7 miliar, atau naik dari posisi September 2019 sebesar US$124,3 miliar.

Kenaikan ini sebagian besar berasal dari penerbitan obligasi global pemerintah. Posisi ini sangat aman, mencapai 7,1 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah, jauh diatas standar keculupan internasional 3 bulan.

Posisi ini sangat membantu mendukung penguatan rupiah, dan stabilitas rupiah ke depan di tengah permintaan valas US dolar yang biasanya meningkat menjelang akhir tahun. 

Sementara itu, sentimen pasar global kompak positif memfaktorkan pernyataan Beijing bahwa kedua negara berkoordinasi untuk menurunkan tarif pada saat yang bersamaan dengan nilai yang sama.

Pernyataan ini memberikan optimisme fase satu ini akan ditandatangani pada bulan Desember mendatang.