ANALIS MARKET (07/11/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.970 - Rp.14.000 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures d bursa Asia tercatat ‘hijau’, yang bisa menjadi indikasi naiknya indeks di bursa Asia hari ini, Kamis (07/11), walaupun indeks di bursa global ditutup bervariasi semalam (06/11).

Adapun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia, yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.970 - Rp.14.000 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Kamis (07/11/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal indeks keyakinan konsumen untuk Oktober 2019 yang tercatat 118,4, turun dari 121,8 pada September.

Dua indeks pembentuk IKK, yaitu IKE dan IEK juga tercatat turun di semua komponen pembentuknya.

Penurunan juga terlihat pada penjualan eceran untuk bulan September, dan PMI untuk bulan Oktober.

Kemungkinan ada perbaikan sentimen pada bulan November dan Desember karena faktor musiman. 

Sementara dari eksternal, penandatangan perjanjian dagang AS-China kemungkinan diundurkan ke Desember 2019.

Kemungkinan mundur ini menjadi indikasi ada potensi penundaan dan bahkan mungkin tidak terjadi kesepakatan.

Sentimen lain adalah harga minyak mentah yang turun 1,6% kemarin (06/11). Adapun Investor masih fokus pada apakah kesepakatan AS-China akan ditandatangi.