Indeks Kospi Melonjak 1,43 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 30,04 poin, atau sekitar 1,43 persen, pada Senin (4/11/2019), menjadi 2.130,24. Volume perdagangan moderat mencapai 470 juta saham senilai 5,54 triliun won atau sekitar US$4,8 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 663 berbanding 185.

Angka indeks meningkat untuk sesi ketiga beruntun pada Senin dipicu akan berlangsungnya penandatanganan kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada pertengahan bulan ini. Sentimen pasar juga membaik seiring positifnya data pekerjaan AS.

“Perhatian para investor selanjutnya tertuju kepada pidato Presiden Tiongkok Xi Jinping di Shanghai International Import Exhibition dan pernyataan para anggota Federal Open Market Committee,” kata Suh Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi dan asing total membeli saham senilai 531 miliar won, sedangkan investor ritel melakukan penjualan saham senilai 513 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 2,2 persen dan 1,9 persen. Saham perusahaan baja POSCO dan maskapai penerbangan Korean Air Lines masing-masing meningkat tajam 1,6 persen dan 3,6 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan operator portal internet Naver anjlok 1,5 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Mobis dan perusahaan utilitas Korea Electric Power sama-sama turun 0,2 persen.

Nilai tukar won menguat ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir terhadap dolar AS, sebesar 6,4 won per dolar AS menjadi 1.159,20 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, di saat Bursa Efek Tokyo di Jepang tutup sehubungan berlangsungnya libur Hari Budaya. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,08 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 17,80 poin, atau sekitar 0,27 persen, menjadi 6.686,90. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia, dan VIetnam menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 17,29 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 2.975,49. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 446,54 poin, atau sekitar 1,65 persen, menjadi 27.547,30.