ANALIS MARKET (12/11/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.070 - Rp.14.090 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan terkoreksi.

Harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia, yen dan Sin dolar, dibuka melemah terhadap US dolar.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.070 - Rp.14.090 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Selasa (12/11/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Penerbitan SBN per 6 November yang telah lampuai pagu APBN.

Penerbitan SBN neto tercatat sebesar Rp.439,03, naik dari pagu sebesar Rp.388,96 triliun.

Begitupun dengan penerbitan SBN bruto naik menjadi Rp.896,59 triliun dari Rp.841,78 triliun.

Naiknya penerbitan ini karena potensi melebarnya defisit APBN 2019 menjadi seebsar 2,2% dari PDB dari pagu (revisi kedua) 1,93% dari PDB.

Dengan kebutuhan ini kemungkinan pemerintah masih akan memberikan imbal hasil yang menarik. 

Sementara dari faktor eksternal, ada potensi kesepakatan dagang kembali mundur. Presiden Trump membalas pernyataan pejabat China sebelumnya bahwa AS-Chian sepakati untuk mengurangi tariff. Presiden Trump menyebutkan AS tidak akan mencabut tariff. 

“Ada potensi kesepakatan ini gagal dicapai pada Desember 2019 ini,” sebut Lana.