Delapan Indeks Sektoral Melemah, IHSG Awal Pekan Terkoreksi 0,47 Persen Ke Level 6.149

Foto : Pasardana.id

Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, Senin (11/11/2019) ditutup melemah -29,246 basis point atau terkoreksi 0,47% ke level 6.148,740. Indeks bergerak dari batas bawah di level 6.127 hingga batas atas pada level 6.182.

Indeks LQ45 mengalami pelemahan -0,32% ke level 978,472. Selanjutnya, IDX30 melemah -0,30% ke level 533,537. Sementara itu, IDX80 juga terkoreksi -0,45% ke level 138,985. Kemudian, JII melemah -0,43% ke level 686,750. 

Delapan indeks sektoral mengalami pelemahan dan dua indeks sektoral masih mampu menguat. Indeks yang melemah antara lain: sektor Property yang terkoreksi -0,75%, selanjutnya Mining melemah -2,83%, Trade koreksi -0,37%, Manufaktur -0,28%, sektor Consumer -0,19%, sektor Finance -0,20%, Infrastructure -0,84%, dan sektor Basic Industry terkoreksi -0,81%. Sedangkan dua sektor yang menguat yaitu Agri yang positif 1,27% dan sektor Misc-Industry menguat 0,53%. 

Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; KAYU yang naik 28 point atau menguat  34,56% ke level 109. Dilanjutkan BMSR yang naik 63 point atau menguat 34,42% ke level 246. SINI menguat 34,42% atau bertambah 63 point ke level 246. SKYB menguat 33,89% atau naik 20 point ke level 79. SWAT menguat 23,59% atau naik 21 point ke level 110.

Sedangkan saham-saham yang tergolong top losser antara lain; ARTO -770 point atau melemah 25,00% ke level 2.310. OMRE melemah 24,77% atau koreksi -415 point ke level 1.260. FORZ -165 point atau melemah 24,44% ke level 510.  TGRA turun -165 point atau melemah 22,91% ke level 555. BYAN melemah -2.800 point atau turun 19,44% ke level 11.600.

Investor melakukan transaksi sebanyak 474.665 kali senilai Rp5,693 triliun. Pada pasar reguler terjadi transaksi senilai Rp4,692 triliun dan pasar negosiasi terjadi transaksi senilai Rp1,000 triliun.

Pada sisi investor asing, tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp1,824 triliun dan aksi jual sebesar Rp2,349 triliun. Sehingga investor asing tercatat jual bersih sebesar Rp525 miliar.