Wall Street Terus Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street terus melemah pada Selasa (8/10/2019) dipicu kabar bahwa pemerintah Amerika Serikat telah melakukan pembatasan visa terhadap para pejabat Tiongkok. Kabar tersebut menutupi pernyataan pemimpin Federal Reserve AS Jerome Powell terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, merosot 313,98 poin, atau sekitar 1,19 persen, menjadi 26.164,04. Indeks S&P 500 anjlok 45,73 poin, atau sekitar 1,56 persen, menjadi 2.893,06. Indeks komposit Nasdaq terjun 132,52 poin, atau sekitar 1,67 persen, menjadi 7.823,78.

Kementerian Luar Negeri AS menetapkan pembatasan visa terhadap para pejabat pemerintah dan partai komunis Tiongkok yang bertanggung jawab terhadap terjadinya penahanan dan penyiksaan atas minoritas Muslim di provinsi Xinjiang.

Pembatasan visa yang dilakukan menambah ketegangan antara kedua negara, setelah sebelumnya pemerintah AS menambah jumlah perusahaan Tiongkok yang dilarang melakukan pembelian produk buatan AS.

Indeks saham sektor keuangan S&P 500 anjlok 2 persen pada Selasa, sedangkan indeks Philadelphia Semiconductor terjun 3,1 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange minim pergerakan dari sesi sebelumnya, dengan harga emas untuk pengiriman Desember 2019 berada di kisaran US$1.503,90 per ons. Nilai tukar dolar AS menguat dengan indeks dolar AS naik 0,07 persen menjadi 99,036.

Bursa saham Eropa melemah pada Selasa dipicu kekhawatiran Brexit dan meningkatnya tensi AS-Tiongkok. Indeks STOXX 600 Eropa mengalami penurunan 1 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 54,73 poin, atau sekitar 0,76 persen, menjadi 7.143,15. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 127,23 poin, atau sekitar 1,05 persen, menjadi 11.970,20.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, anjlok 104 poin, atau sekitar 1,15 persen, menjadi 8.940,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, terjun 64,99 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 5.456,62.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,7 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2196 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,7 persen menjadi 1,1117 euro per pound.