Kemenhub Berencana Naikan Tarif Angkutan Penyeberangan Laut

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan mengeluarkan regulasi penyesuaian tarif angkutan kapal penyeberangan dalam waktu dekat ini. Adapun penyesuaian tarif itu ditaksir mengalami kenaikan rata-rata 28 persen di setiap lintasan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub, Budi Setiyadi menjelaskan, penyesuaian tarif ini mulanya diusulkan oleh asosiasi angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) di mana pertimbangannya adalah belum ada lagi penyesuaian tarif sejak Mei 2017. Di sisi lain, biaya operasional yang ditanggung operator mengalami penaikan.

"Regulasi (tarif penyeberangan) ini tentang tarif sudah 2,5 tahun (tidak ada penyesuaian). Kalau formulasinya sendiri sudah 16 tahun belum ada perubahan. Tapi kalau bicara menyangkut angkanya sudah 2,5 tahun belum berubah," ungkap Budi Setiyadi di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Setelah menerima masukan dari sejumlah pihak, lanjut Budi, Kemhub lalu menyusun rancangan peraturan menteri perhubungan (Permenhub) terkait penyesuaian tarif penyeberangan.

Penyusunan Permenhub ditandai dengan berlangsungnya rapat Uji Publik Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Perhubungan tentang Mekanisme Penetapan dan Formula Perhitungan Tarif serta Penyesuaian Tarif Angkutan Penyeberangan Antarprovinsi..

Kemudian, mulai Selasa (8/10/2019), Kemhub melaksanakan uji publik terkait draf peraturan menteri itu. Uji publik dilakukan dengan melibatkan semua operator angkutan penyebrangan termasuk juga Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai perwakilan dari konsumen.

"Walaupun ada kenaikan tetapi dengan kemampuan masyarakat sekarang ini jangan sampai masyarakat tidak terakomodir perwakilannya," ujar Budi Setiyadi.

Dia menambahkan, mengenai tarif ini adalah keseimbangan antara bagaimana willingness to pay dari masyarakat dan cara pemerintah membangun sistem keselamatan untuk masyarakat.

"Jadi bicara keselamatan itu tidak ada toleransi, artinya kalau mahal pun tidak masalah asal selamat," tegas Dirjen Budi.

Budi meminta, dengan adanya penyesuaian tarif, operator penyeberangan juga harus bisa meningkatkan aspek keselamatan dan pelayanannya.

"Saya harapkan kalau sudah begini tidak ada lagi didengar ada penumpang jatuh atau mobil jatuh, semua harus diperbaiki," tandas Budi Setiyadi.