Indeks Kospi Berakhir Datar

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Senin (7/10/2019). Angka indeks hanya bergerak naik 1,04 poin menjadi 2.021,73.

Volume perdagangan tipis mencapai 317 juta saham senilai 3,3 triliun won atau sekitar US$2,76 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 532 berbanding 288.

Indeks Kospi berakhir datar terpengaruh aksi jual yang dilakukan investor asing untuk sesi keenam beruntun. Investor asing dan individu masing-masing menjual saham senilai 21,6 miliar won dan 42,4 miliar won, sedangkan investor institusi membeli saham senilai 42,8 miliar won.

Fokus para investor selanjutnya tertuju ke pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. “Popularitas Presiden AS Donald Trump turun akibat skandal Ukraina. Oleh karena itu, ia membutuhkan kesuksesan dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Tiongkok pekan ini untuk dapat terpilih kembali dalam pemilihan tahun depan,” jelas Gwak Hyun-Soo, analis Shinhan Financial Investment, seperti dikutip Yonhap News. 

Perseteruan kedua negara di bidang perdagangan menjadi penyebab utama melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Ekspor Korea Selatan telah mengalami penurunan 10 bulan beruntun. AS dan Tiongkok merupakan dua negara tujuan ekspor utama Korea Selatan.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom masing-masing turun 0,52 persen dan 0,64 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem terjun 2,36 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melonjak 1,19 persen. Saham perusahaan biofarmasi Celltrion melambung 3,18 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 0,20 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.196,60 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,16 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 46,50 poin, atau sekitar 0,71 persen, menjadi 6.563,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah.

Bursa Efek Shanghai di Tiongkok masih tutup sehubungan berlangsungnya libur golden week di negara tersebut usai perayaan Hari Nasional. Bursa Efek Hong Kong tutup hari ini sehubungan berlangsungnya perayaan Festival Chung Yeung.