The Fed Diperkirakan Kembali Pangkas Suku Bunga, Wall Street Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Kamis (3/10/2019) setelah Federal Reserve Amerika Serikat diperkirakan akan memangkas kembali suku bunga sebagai respon terhadap buruknya data ekonomi Negeri Paman Sam.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 122,42 poin, atau sekitar 0,47 persen, menjadi 26.201,04. Indeks S&P 500 meningkat 23,02 poin, atau sekitar 0,80 persen, menjadi 2.910,63. Indeks komposit Nasdaq melonjak 87,02 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 7.872,26.

Data terbaru menunjukkan aktivitas sektor jasa AS melemah ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. Indeks aktivitas non manufaktur Institute for Supply Management (ISM) turun ke angka 52,6 pada September, angka terendah sejak Agustus 2016.

Sebelumnya data ketenagakerjaan dan manufaktur juga menunjukkan pelemahan akibat perang dagang AS-Tiongkok. Berbagai indikator ekonomi tersebut meyakinkan para investor bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk kali ketiga tahun ini pada Oktober dalam upaya mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi AS.

Saham Microsoft dan Facebook masing-masing melambung 1,2 persen dan 2,7 persen, paling berkontribusi terhadap peningkatan indeks S&P 500. Seluruh 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori positif.  

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik untuk sesi ketiga beruntun pada Kamis seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2019 naik US$5,9, atau sekitar 0,39 persen, menjadi US$1.513,8 per ons. Indeks dolar AS turun 0,22 persen menjadi 98,8.

Bursa saham Eropa membaik pada Kamis setelah sempat terpuruk pada sesi sebelumnya akibat ancaman peningkatan tarif oleh pemerintah AS terhadap produk yang diimpor dari Eropa. Indeks STOXX 600 Eropa hanya bergerak turun 0,02 persen.

Saham Airbus, LVMH, Remy Cointreau, dan Pernod naik antara 0,8 persen sampai 6,4 persen karena pemerintah AS mengecualikan beberapa produk dari pengenaan tarif baru.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 44,90 poin, atau sekitar 0,63 persen, menjadi 7.077,64. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 10 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 8.902,20.

Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, naik 16 poin, atau sekitar 0,30 persen, menjadi 5.438,77. Bursa Efek Frankfurt tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan Hari Penyatuan Jerman.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,9 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2410 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,6 persen menjadi 1,1281 euro per pound.