Indeks Kospi Turun 0,55 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 11,22 poin, atau sekitar 0,55 persen, pada Jumat (4/10/2019), menjadi 2.020,69. Volume perdagangan tipis hanya mencapai 394 juta saham senilai 3,81 triliun won atau sekitar US$3,1 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 666 berbanding 157.

Angka indeks sempat meningkat mengikuti pergerakan saham di Wall Street, namun kemudian merosot akibat aksi jual yang dilakukan investor asing.

“Pasar terpengaruh spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat. Mengingat rencana pertemuan tingkat tinggi AS-Tiongkok pekan depan, banyak investor yang memilih untuk melakukan wait-and-see,” kata Tae Yoon-Sun, analis KB Securities, seperti dikutip Yonhap News.  

Investor asing menjual saham senilai 145 miliar won, sedangkan investor individu dan institusi masing-masing membeli saham senilai 100 miliar won dan 21 miliar won.

Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meningkat 0,84 persen dan 1,01 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor, Kia Motors, dan Hyundai Mobis masing-masing anjlok 1,56 persen, 3,5 persen, dan 1,22 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver terjun 4,14 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 9,20 won per dolar AS menjadi 1.196,80 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 24,10 poin, atau sekitar 0,37 persen, menjadi 6.517,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Singapura dan Malaysia melemah.

Bursa Efek Shanghai di Tiongkok masih tutup sehubungan berlangsungnya libur golden week di negara tersebut usai perayaan Hari Nasional. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 289,28 poin, atau sekitar 1,11 persen, menjadi 25.821,03.