Indeks Kospi Naik 0,15 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 3,21 poin, atau sekitar 0,15 persen, pada Kamis (31/10/2019), menjadi 2.083,48. Volume perdagangan moderat mencapai 450,54 juta saham senilai 5,67 triliun won atau sekitar US$4,87 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 419 berbanding 372.

Indeks Kospi naik mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu pemangkasan suku bunga yang dilakukan oleh Federal Reserve Amerika Serikat untuk ketiga kalinya tahun ini. Bank of Korea diperkirakan akan mengikuti langkah The Fed menurunkan suku bunga.

“Pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan The Fed berpengaruh positif terhadap pasar saham Korea Selatan,” kata Choi Yu-Jun, analis Shinhan Investment, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melakukan pembelian saham senilai 35,6 miliar won dan 59,6 miliar won, sedangkan investor ritel menjual saham senilai 151,7 miliar won.  

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics berakhir datar, sedangkan saham perusahaan operator portal internet Naver melambung 6,15 persen. Saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom dan saham perusahaan konstruksi Samsung C&T masing-masing melonjak 1,28 persen dan 2,77 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 4,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.163,4 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 26,10 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 6.663,40. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Filipina dan Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 10,26 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 2.929,06. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 239,01 poin, atau sekitar 0,90 persen, menjadi 26.906,72.