Terkait Skandal Opioid, Empat Perusahaan Farmasi Bayar Kompensasi US$260 Juta

foto: istimewa

Pasardana.id - Empat perusahaan farmasi pada Senin (21/10/2019) telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah daerah Summit dan Cuyahoga di negara bagian Ohio, Amerika Serikat, untuk membayar kompensasi sebesar US$260 juta, atau sekitar Rp3,65 triliun, atas terjadinya kasus opioid yang menyebabkan kematian ratusan ribu orang.

Dengan tercapainya kesepakatan, empat perusahaan farmasi tersebut terhindar dari proses pengadilan yang sedianya berlangsung di Cleveland.

Seperti dilansir BBC News, McKesson Corporation, Cardinal Health, dan AmerisourceBergen Corporation sepakat untuk membayar kompensasi sebesar US$215 juta. Sedangkan Teva akan membayar kompensasi sebesar US$20 juta dan memberikan biaya pengobatan sebesar US$25 juta.

Perusahaan-perusahan farmasi tersebut, seluruhnya menyangkal melakukan kesalahan, dituduh telah menutupi bahaya yang dimiliki opioid sebagai obat penghilang rasa sakit. Opioid telah menyebabkan kematian paling tidak 400.000 orang akibat overdosis di Amerika Serikat pada periode 1997 sampai 2017.

Kepala pemerintah daerah Cuyahoga, Armond Budish, menyebut pembayaran kompensasi merupakan sebuah langkah yang baik. “Pembayaran kompensasi membantu proses pemulihan atas apa yang telah terjadi, terutama bagi para keluarga korban,” jelas Budish.

Menurut US Society of Actuaries, bencana opioid telah menyebabkan Amerika Serikat mengalami kerugian US$630 miliar antara periode 2015 sampai 2018 sehubungan dengan biaya perawatan kesehatan, hilangnya pendapatan, dan beban biaya lainnya.