Indeks Kospi Melonjak 1,16 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 24,02 poin, atau sekitar 1,16 persen, pada Selasa (22/10/2019), menjadi 2.088,86. Volume perdagangan moderat mencapai 495,95 juta saham senilai 4,7 triliun won atau sekitar US$4 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 497 berbanding 325.

Indeks Kospi melonjak mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu optimisme tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan TIongkok.

Presiden AS Donald Trump berharap perjanjian dagang dapat ditandatangani dalam pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Chile pada pertengahan November mendatang. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengindikasikan rencana pengenaan tarif terhadap produk yang diimpor dari Tiongkok pada Desember mendatang tidak jadi dilaksanakan.

“Pasar menerima pesan positif terkait negosiasi perdagangan AS-Tiongkok. Secara khusus pernyataan Kudlow terkait batalnya pengenaan tarif ditanggapi positif pasar saham Korea Selatan,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi dan asing masing-masing melakukan pembelian saham senilai 444 miliar won dan 76 miliar won, sedangkan investor individu menjual saham senilai 530 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix melonjak 1,79 persen dan 2,06 persen. Saham perusahaan biofarmasi Celltrion dan Samsung BioLogics masing-maasing melambung 5,22 persen dan 1,33 persen.   

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor tidak berubah dari sesi sebelumnya, sedangkan saham Kia Motors naik 0,5 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 2,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.169,70 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, di saat Bursa Efek Tokyo, Jepang, tutup sehubungan berlangsungnya penobatan Naruhito sebagai Kaisar Jepang. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 19,70 poin, atau sekitar 0,30 persen, menjadi 6.672,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Indonesia dan Malaysia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 14,76 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi 2.954,38. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 60,52 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 26.786,20.