BEI Berharap Kabinet Baru Bisa Mendorong Semakin Banyak BUMN Go Public

Foto : Pasardana.id

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap situasi tetap stabil dan kondusif pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden sehingga dapat menjadi katalis positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi menuturkan, selain menjaga stabilitas ekonomi dan politik, pemerintahan yang baru diharapkan juga lebih berpihak pada pengembangan industri pasar modal dengan mendorong BUMN go public ke depan.

"Di luar itu, kami juga berharap semakin banyak BUMN yang tertarik untuk go public di pasar modal ke depannya," ujar Inarno di Jakarta, Senin (21/10).

Lebih lanjut Inarno mengatakan, BEI mendukung keputusan Presiden Jokowi dalam menetapkan susunan kabinet untuk masa pemerintahan lima tahun ke depan dan sejauh ini, BEI menginginkan lebih banyak perusahaan yang mencatatkan saham di pasar modal.

"Terutama perusahaan BUMN yang selama ini menggunakan alternatif pendanaan dari perbankan dan mudah-mudahan bisa memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan di kemudian hari," terang Inarno.

Inarno juga menekankan, pihaknya sangat berharap menteri yang baru dapat mendorong perusahaan plat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat turut menggalang dana melalui pasar modal.

“Di luar itu tentunya kita harapkan yang pro terhadap pasar modal. Semakin banyak BUMN yang bisa go public di pasar modal kita harapkan demikian,” tuturnya.

Saat ini, perusahaan BUMN cenderung sulit melantai di bursa tanah air. Padahal, pendanaan melalui pasar modal lebih baik dibandingkan perbankan,

“Mudah-mudahan akan banyak perusahaan-perusahaan BUMN yang selama ini menggunakan alternatif pembiayaan melalui perbankan, bisa memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan,” tandasnya

Terlepas dari itu, Inarno optimis jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di BEI pada tahun ini akan lebih banyak dibanding 2018 yang sebanyak 57 emiten. "Hingga hari ini sudah ada 42 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Kalau melihat di pipeline, mudah-mudahan kami bisa capai target," yakin Inarno.