ANALIS MARKET (21/10/2019) : Kemungkinan Rupiah Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.14.120 - Rp.14.140 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks di bursa Asia kemungkinan bergerak mixed hari ini, Senin (21/10/2019), terlihat dari indeks futures-nya yang bervariasi tetapi cenderung turun mengikuti penurunan indeks di bursa global akhir pekan lalu (18/10) dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. 

Sementara mata uang kuat Asia, yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini.

“Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.14.120 - Rp.14.140 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Senin (21/10/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti sentiment terkait Joko Widodo dan Ma’ruf Amin yang dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober kemarin oleh MPR.

Ada lima tahapan besar yangn ingin dicapai dalam periode keduanya Jokowi dengan prioritas pertama pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Ke-5 tahapan ini sebagai upaya meraih cita-cita di tahun 2045 dengan PDB per kapita sebesar Rp.320 juta per tahun, dengan PDB nominal mencapai US$7 triliun, menjadi 5 besar ekonomi dunia, dan tingkat kemiskinan mendekati nol persen. 

Sementara dari eksternal, ekonomi China pada Q3-2019 tumbuh 6% yoy, melambat dari 6,2% yoy pada Q2-2019 dan 6,4% pada Q1-2019. Ekonomi China diperkirakan masih berlanjut melambat terlebih jika perang dagang dengan AS berlanjut. Ekonomi China dianggap sedang menuju new normal