Indeks Kospi Anjlok 1,95 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 40,51 poin, atau sekitar 1,95 persen, pada Rabu (2/10/2019), menjadi 2.031,91. Volume perdagangan moderat mencapai 406 saham senilai 3,8 triliun won atau sekitar US$3,1 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 650 berbanding 182.

indeks Kospi turun mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang terpengaruh data ekonomi terbaru Amerika Serikat yang mengecewakan.

Menurut laporan yang dirilis Institute of Supply Management (ISM), indeks aktivitas manufaktur AS turun ke angka 47,8 pada September. Angka indeks di bawah 50 menunjukkan terjadinya kontraksi aktivitas manufaktur. Para analis memperkirakan angka indeks aktivitas manufaktur AS pada September masih dapat mencapai 50,1.

Data terbaru juga menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro turun ke level terendah sejak Oktober 2012.

“Data ekonomi AS dan zona euro yang mengecewakan memunculkan kembali kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global sehingga berpengaruh buruk terhadap pasar saham,” kata Tae Yoon-Sun, analis KB Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Para investor selanjutnya diperkirakan akan mengambil pendekatan konservatif mengingat data ekonomi lainnya akan diumumkan Jumat (4/10/2019),” jelasnya.

Investor institusi dan asing masing-masing menjual saham senilai 404 miliar won dan 116 miliar won, sedangkan investor individu membeli saham senilai 502 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 2,56 persen dan 3,05 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing anjlok 3,02 persen dan 1,66 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Celltrion turun 0,58 persen, sedangkan saham perusahaan kimia LG Chem merosot 2,63 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.206 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,6 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 102,90 poin, atau sekitar 1,53 persen, menjadi 6.639,90. Bursa saham di Asia Tenggara diwarnai pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Bursa Efek Shanghai di Tiongkok masih tutup sehubungan berlangsungnya libur golden week di negara tersebut usai perayaan Hari Nasional. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 77,70 poin, atau sekitar 0,30 persen, menjadi 26.014,57.