Indeks Kospi Melonjak 1,05 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 22,84 poin, atau sekitar 1,05 peren, pada Rabu (30/1/2019), menjadi 2.206,20. Angka indeks untuk pertama kalinya melampaui level 2.200 sejak 10 Oktober lalu.

Volume perdagangan moderat mencapai 469 juta saham senilai 6,77 triliun won atau sekitar US$6,06 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 501 berbanding 329.

Peningkatan indeks Kospi dipicu aksi beli investor asing untuk sesi kelima beruntun. “Pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat bahwa terjadi perkembangan signifikan dalam negosiasi dagang dengan Tiongkok menjadi faktor yang positif,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing membeli saham senilai 305 miliar won dan 19,7 miliar won, sedangkan investor individu menjual saham senilai 327 miliar won.  

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 1,98 persen dan 3,41 persen. Saham LG Electronics naik 0,3 persen.

Saham LG Display terjun 3,66 persen dipicu perolehan laba yang berada di bawah perkiraan.

Saham perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia meningkat. Saham LG Chem, LG Household & Health Care, dan S-Oil masing-masing naik 0,26 persen, 4,48 persen, dan 0,49 persen.

Saham perusahaan baja POSCO dan Hyundai Steel masing-masing melambung 6,1 persen dan 1,58 persen. Saham Korea Zinc naik 0,81 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Celltrion melambung 2,14 persen, sebaliknya saham Samsung BioLogics dan Hanmi Pharmaceutical masing-masing turun 1,02 persen dan 0,23 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 0,20 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.116,30 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,33 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 12,50 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 5.886,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, dan Indonesia menguat, sedangkan Bursa Filipina, Malaysia, dan Vietnam melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 18,68 poin, atau sekitar 0,72 persen, menjadi 2.575,58. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 111,17 poin, atau sekitar 0,40 persen, menjadi 27.642,85.