Investor Ritel Kuasai 51% Saham IPO BEEF, Transaksi Capai Rp36,2 Miliar

foto : istimewa

Pasardana.id - Efek bersifat ekuitas PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) resmi tercatat pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini, Kamis (10/1/2019).

Berdasarkan pantauan Pasardana.id, saham emiten makanan jadi itu hingga perdagangan pukul 10.26 WIB mengalami kenaikan 116 point atau 33,53% ke level 454 dengan nilai transaksi Rp36,2 miliar.

Menurut Head of Corporate Finance UOB Kay Hian Sekuritas, Octavianus Sitorus selaku penjamin pelaksana emisi efek, bahwa maraknya transaksi saham tersebut karena pada masa penawaran umum perdana saham BEEF diborong investor ritel.

“Besaran fix allotment 99% dan 1% ditawarkan pada pooling, tapi pada saat fix alloment, investor ritel memborong 50% dari total saham yang ditawarkan,” kata Octavianus di gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (10/1/2019).

Ia menambahkan, investor ritel yang berpartisispasi dalam masa penjatahan pasti datang dari ritel high net woth individual.

Adapun yang berpartisipasi pada masa penawaran pooling atau penjatahan terpusat merupakan investor ritel sesungguhnya.

“Sedangkan sisanya atau 49% saham IPO diambil oleh institusi, seperti aset manajemen, dana pensiun dan asuransi,” kata dia.

Untuk diketahui, emiten produsen makanan olahan dengan merek dagang KIBIF tersebut, mencatatkan seluruh 376.862.500 saham atau sebesar 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp340 maka BEEF meraup dana Rp128,13 miliar.

Direktur Utama BEEF, Yustinus Sadmoko mengatakan, dana hasil IPO, akan digunakan untuk pengembangan usaha KIBIF, dengan alokasi sekitar 45% untuk pembelian sapi hidup lokal maupun import.

Lalu, sekitar 25% untuk pembelian barang dagangan, yang sebagian besar berasal dari import maupun lokal dari BULOG atau distributor lainnya, dan pembelian barang berupa produk lainnya.

Sisa sekitar 30% akan digunakan untuk investasi perluasan kandang, investasi bangunan fasilitas produksi baru di Subang, dan investasi bangunan untuk penambahan kapasitas produksi di Salatiga.

“Diharapkan, dengan adanya IPO ini, KIBIF akan mendapatkan dana segar yang akan kami alokasikan 70% untuk modal kerja. Artinya, kami ingin meningkatkan kapasitas produksi perseroan dalam memperluas jaringan usaha guna memenuhi permintaan pasar. KIBIF optimis bahwa IPO ini dapat meningkatkan profit kami dengan cukup signifikan,” kata dia.