Indeks Nikkei Merosot 0,80 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, merosot 180,88 poin, atau sekitar 0,80 persen, pada Jumat (7/9/2018), menjadi 22.307,06 yang merupakan angka terendah sejak 21 Agustus. Sedangkan indeks Topix turun 0,5 persen menjadi 1.684,31 yang merupakan angka terendah sejak tiga pekan lalu.

Indeks Nikkei telah merosot enam sesi beruntun yang merupakan rentetan penurunan terpanjang sejak akhir Januari. Dalam sepekan indeks Nikkei anjlok 2,4 persen yang merupakan penurunan mingguan tercuram sejak pertengahan Maret lalu. Indeks Topix mengalami penurunan tujuh sesi beruntun.

Bursa Tokyo diwarnai sentimen negatif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada seorang kolumnis Wall Street bahwa ia selanjutnya akan mengangkat permasalahan perdagangan dengan Jepang.

“Para investor kini khawatir bahwa industri otomotif Jepang akan menjadi target Trump selanjutnya. Kekhawatiran tersebut memperparah keadaan karena para investor sebetulnya masih berkutat dengan tensi AS-Tiongkok di bidang perdagangan,” kata Takuya Takahashi, analis Daiwa Securities, seperti dikutip Reuters.

Saham perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor berada dalam tekanan hari ini, dengan saham Subaru Corporation, Kyocera Corporation, dan Panasonic Corporation masing-masing anjlok 2,4 persen, 3,8 persen, dan 1,6 persen.

Saham perusahaan semikonduktor mengalami penurunan yang signifikan setelah CFO KLA Tencor Bren Higgins menyatakan penjualan DRAM pada bulan September masih lemah dan kondisi tersebut diperkirakan akan berlanjut sampai akhir tahun. Saham Advantest Corporation, Tokyo Electron, Sumco Corporation, dan Shin-Etsu Chemical masing-masing anjlok 7,2 persen, 6 persen, 5,2 persen, dan 2,7 persen.

Nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di kisaran 110,58 yen per dolar AS.