Indeks Kospi Anjlok 1,03 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 23,95 poin, atau sekitar 1,03 persen, menjadi 2.291,77. Volume perdagangan moderat mencapai 336 juta saham senilai 4,8 triliun won atau sekitar US$4,28 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 484 berbanding 326.

Indeks Kospi dibuka melemah hari ini mengikutir pergerakan yang berlangsung di Wall Street, lalu terus melorot seiring merosotnya sektor teknologi.

Para analis mengatakan bahwa pengenaan tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap produk senilai US$200 miliar yang diimpor dari Tiongkok yang akan mulai berlaku pekan ini membuat para investor melakukan wait-and-see.

“Tensi di bidang perdagangan antara Washington dan Beijing memasuki fase baru. Dampaknya terhadap perekonomian global dan laba perusahaan akan sangat signifikan,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi dan asing masing-masing menjual saham senilai 208 miliar won dan 85,3 miliar won. Sedangkan investor individu membeli saham senilai 246,7 miliar won.

Di sektor teknologi, saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 2,2 persen dan 1,48 persen. Saham Naver dan Netmarble masing-masing turun 2,52 persen.

Di sisi lain, sektor otomotif diwarnai penguatan dengan saham Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing melonjak 1,98 persen dan 1,9 persen setelah mencatatkan peningkat penjualan di AS pada bulan lalu seiring meningkatnya permintaan unit SUV.

Saham perusahaan perkapalan juga menguat, dengan saham Hyundai Heavy Industries dan Samsung Heavy Industries masing-masing melambung 1,69 persen dan 3,06 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 6,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.121,50 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 62,70 poin, atau sekitar 1 persen, menjadi 6.230,40. Bursa saham Asia Tenggara diwarnai dengan sentimen negatif, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 46,24 poin, atau sekitar 1,68 persen, menjadi 2.704,34. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 729,49 poin, atau sekitar 2,61 persen, menjadi 27.243,85.