Saham Apple Rebound, Wall Street Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Saham Apple Inc mengalami rebound pada Kamis (13/9/2018), dengan peningkatan 2,42 persen, setelah para investor melakukan pembelian saham perusahaan teknologi Amerika Serikat tersebut memanfaatkan penurunan 1,2 persen pada sesi sebelumnya.

Rebound saham Apple memicu menguatnya Wall Street. Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, menguat 147,07 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 26.145,99. Indeks S&P 500 naik 15,26 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 2.904,18. Indeks komposit Nasdaq meningkat 59,48 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 8.013,71.

Indeks Dow Jones mencapai angka penutupan tertinggi sejak 1 Februari dan hanya 1,8 persen di bawah angka rekor yang tercapai 26 Januari lalu. Indeks teknologi S&P 500 melonjak 1,2 persen yang merupakan peningkatan harian tertinggi sejak 2 Agustus.

Saham perusahaan semikonduktor mengalami rebound dengan indeks Philadelphia Semiconductor meningkat 1,2 persen. Saham Qualcomm melambung 4 persen setelah menyatakan akan melakukan buyback saham senilai US$16 milar.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange mengalami penurunan seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2018 turun US$2,70, atau sekitar 0,2 persen, menjadi US$1.208,20 per ons. Indeks dolar AS turun 0,18 persen menjadi 94,631.

Bursa saham Eropa melemah pada Kamis dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,15 persen setelah bank sentral Eropa dan Inggris mempertahankan suku bunga.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melemah 31,79 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 7.281,57. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, naik 23,25 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 12.055,55.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 22,40 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 9.329,20. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, bergerak turun 4,01 poin menjadi 5.328,12.

Nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS mencapai US$1,3124 per pound yang merupakan nilai tukar tertinggi sejak 2 Agustus. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound turun 0,1 persen menjadi 1,1218 euro per pound.