Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Rabu (12/9/2018) terpengaruh kabar terbaru terkait hubungan dagang Amerika Serikat-Tiongkok dan dirilisnya iPhone terbaru.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, meningkat 27,86 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 25.998,92 dan indeks S&P 500 bergerak naik 1,03 poin menjadi 2.888,92 setelah pemerintah AS dikabarkan akan melakukan pertemuan dengan pemerintah Tiongkok untuk melakukan pembahasan hubungan perdagangan.  

Kabar tersebut disambut baik para investor, membuat saham yang sensitif terhadap perdagangan global mengalami peningkatan signifikan. Saham perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing Company melambung 2,4 persen.

Sementara itu, indeks komposit Nasdaq turun 18,25 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 7.954,23 terpengaruh merosotnya saham Apple Inc sebesar 1,2 persen. Saham perusahaan teknologi tersebut merosot akibat kurang tertariknya pasar akan produk iPhone dan iWatch terbaru yang dirilis Apple karena minim fitur yang baru.

Setelah peluncuran iWatch terbaru oleh Apple, saham perusahaan produsen gelang pelacak aktivitas Fitbit Inc anjlok 6,9 persen dan saham perusahaan produsen smartwatch Garmin Ltd berakhir datar setelah sebelumnya sempat menguat.

Indeks teknologi S&P 500 turun 0,5 persen setelah enam perusahaan utama penyedia layanan internet di Amerika Serikat, termasuk Apple, diminta untuk membeberkan praktik pengamanan data pribadi konsumen di hadapan senat AS pada 26 September mendatang. Aturan yang lebih ketat terkait pengamanan data konsumen diperkirakan akan ditetapkan dalam waktu dekat.

Saham Alphabet Inc yang merupakan induk perusahaan Google dan Twitter masing-masing anjlok 1,5 persen dan 3,7 persen. Alphabet dan Twitter merupakan dua dari enam perusahaan yang akan menghadap senat AS. Saham Facebook juga turut melemah mengikuti pergerakan saham Google dan Twitter, turun 2,4 persen.

Indeks Philadelphia Semiconductor melemah 1,2 persen setelah Goldman Sachs memperingatkan akan merosotnya harga chip memori akibat kelebihan pasokan chip DRAM dan NAND. Saham Micron dan Applied Materials masing-masing anjlok 4,3 persen dan 2 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2018 naik US$8,70, atau sekitar 0,7 persen, menjadi US$1.210,90 per ons. Indeks dolar AS turun 0,49 persen menjadi 94,778.

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu berkat peningkatan saham perusahaan perminyakan yang dipicu naiknya harga minyak dunia. Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, meningkat 39,82 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 7.313,36. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, naik 62,03 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 12.032,30.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 22,70 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 9.306,80. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, menanjak 48,35 poin, atau sekitar 0,92 persen, menjadi 5.332,13.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,18 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3057 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran US$1,1229 per euro.