ANALIS MARKET (10/8/2018) : Minim Sentimen Positif, IHSG Diprediksi Bergerak Bervariasi dan Rawan Koreksi Lanjutan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Securities Indonesia menyebutkan, melanjutkan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (10/8/2018), indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak bervariasi dan rawan koreksi lanjutan, di tengah minimnya insentif positif baik dari eksternal maupun domestik.

Akhir pekan ini dari domestik, pasar akan menanti rilis data neraca transaksi berjalan kuartal 2 (2Q18) yang diperkirakan defisit $5,6 miliar meningkat dari defisit $5,5 miliar di 1Q18.

Adapun isu politik domestik terkait figur cawapres dari petahana yang diluar dugaan diperkirakan tidak banyak memberikan insentif positif di pasar.

Sementara Wall Street tadi malam (09/8), tutup bervariasi cenderung terkoreksi. Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 0,29% dan 0,14% di 25509,23 dan 2853,58. Sedangkan indeks Nasdaq berhasil menguat 0,04% di 7891,78 terutama ditopang penguatan saham Amazon 0,6% ke level tertingginya dan Apple naik 0,8%.

Koreksi di indeks S&P 500 terutama dipicu koreksi saham sektor keuangan dan energi. Harga minyak mentah tadi malam di AS kembali melemah 0,13% di USD66,72/barel. Sedangkan harga nikel di LME terkoreksi 1,14% di USD13870/MT.

Sentimen positif saat ini di Wall Street ditopang rilis laba emiten 2Q18 yang umumnya di ata ekspektasi. Dari 90% emiten dalam daftar indeks S&P 500 yang sudah rilis laporan 2Q18, sebanyak 76% mencatatkan pencapaian laba di atas estimasi sebelumnya.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran level 6030 hingga 6100 dan cenderung terkoreksi,” sebut analis FAC Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Jumat (10/8/2018).