Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

foto: doc BNI
Pasardana.id Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan positif kemarin, setelah mendatar dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya, dan ditutup pada level tertinggi baru.
"Kami memperkirakan IHSG hari ini bergerak cenderung menurun, dibayangi aksi profit taking investor serta sentimen negatif dari bursa regional," ungkap analis Kiwoom Sekuritas yang dilansir dari laman resminya, Rabu (17/1/2018).
Sementara itu, Dow Jones turun 10.3 poin setelah rally lebih dari 250 poin (intraday) kemarin (16/1), seiring kekuatiran pasar atas kemungkinan terjadinya "shutdown " karena belum disepakatinya anggaran belanja Pemerintah Amerika.
Adapun Bursa kawasan regional dibuka cenderung menurun pagi ini.
Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang dilakukan para emiten yang layak dicermati para pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;
MMLP - Pembangunan gudang baru
PT Mega Manunggal Property (MMLP) menganggarkan dana senilai Rp 1.5 Triliun
dengan sumber pendanaan berasal dari kas internal sekitar 40% dan utang
perbankan sebesar 60% untuk membangun tiga hingga empat pergudangan di kawasan
Jabodetabek.
Dua lokasi diantaranya akan menempati area pergudangan MMLP yang sudah berdiri sebelumnya di kawasan industri MM2100 dan wilaya Tapos (Depok).
Manajemen MMLP akan menggunakan sebagian dana hasil rights issue tahun lalu untuk membangun tiga hingga empat pergudangan tersebut. Saat ini, MMLP mengoperasikan tujuh pergudangan.
PPRE - Bisnis angkutan batubara
PT PP Presisi (PPRE) menargetkan pendapatan dari bisnis angkutan (hauling)
batubara mencapai Rp 700 Miliar tahun ini. Bisnis tersebut diharapkan dapat
menjadi sumber pendapatan berulang (recurring income) karena kontrak kerja
sekitar 3-5 tahun. Segmen recurring income diperkirakan mencapai 10% hingga
15% dari target pendapatan tahun ini.
**WIKA - Roadshow Komodo bond
**PT Wijaya Karya (WIKA) memulai roadshow dalam rangka penerbitan obligasi
global berdenominasi Rupiah (Komodo bond) dengan target dana setara US$ 400
Juta. Masa penawaran komodo bond ini akan berlangsung pada 16 Januari hingga
19 Januari 2018.
Perseroan telah menandatangani purchase agreement dengan BNP Paribas, The HSBC Ltd, Mandiri Securities Pte Ltd, dan MUFG securities Asia Ltd sebagai pembeli awal (initial purchasers) Komodo Bond.
Dana hasil penerbitan surat utang akan digunakan untuk mendukung pembiayaan proyek jangka panjang dan juga akan digunakan untuk pengadaan lahan.
WTON - Kontrak baru
PT Wijaya Karya Beton (WTON) membukukan perolehan kontrak baru Rp 7.1 Triliun
sepanjang tahun 2017. Pencapaian tersebut 12.7% lebih tinggi dibandingkan
target awal Rp 6.3 Triliun.
Kontrak pekerjaan perpanjangan tol Makassar (Sulawesi Selatan) yang dimiliki oleh PT Marga Utama Nusantara senilai Rp 1.8 Triliun sehingga WTON dapat melampaui target tahun lalu.