Indeks Kospi Meningkat 0,68 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, meningkat 15,32 poin, atau sekitar 0,68 persen, pada Jumat (6/7/2018), menjadi 2.272,87. Volume perdagangan tipis mencapai 340,89 juta saham senilai 6,28 triliun won atau sekitar US$5,6 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 659 berbanding 184.

Dalam sepekan terakhir, angka indeks anjlok 2,3 persen yang merupakan penurunan mingguan tercuram sejak Maret lalu.

Peningkatan angka indeks dipicu aksi beli yang dilakukan investor institusi. Investor institusi melakukan pembelian saham senilai 459 miliar won, menutupi penjualan saham yang total mencapai 485 miliar won oleh investor asing dan individu.

“Investor asing melakukan penjualan saham untuk mereorganisasi portofolio mereka seiring AS dan Tiongkok mengumumkan tarif impor terhadap produk masing-masing negara,” kata Jeon Min-Chan, analis NH Investment & Securities Company. Tiongkok dan AS merupakan pasar ekspor terbesar pertama dan kedua Korea Selatan.

Saham Hyundai Motor Company dan POSCO memimpin penguatan yang terjadi, dengan masing-masing saham meningkat 1,65 persen dan 1,13 persen. Sebaliknya saham Samsung Electronics Company dan Korea Electric Power Corporation masing-masing turun 2,29 persen dan 0,47 persen.  

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 2,70 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.115,90 won per dolar AS.

Secara umum burs saham Asia menguat hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,57 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia meningkat 56,80 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 6.272,30. Bursa saham Asia Tenggara diliputi pelemahan dipicu kekhawatiran perang tarif AS-Tiongkok, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 13,35 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 2.747,23. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong menguat 133,53 poin, atau sekitar 0,47 persen, menjadi 28.315,62.