Indeks Nikkei Turun 0,78 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, turun 170,05 poin, atau sekitar 0,78 persen, pada Kamis (5/7/2018), menjadi 21.546,99, angka penutupan terendah sejak 4 April. Indeks Topix juga melemah, merosot 1 persen menjadi 1.676,20.

Para investor diliputi kekhawatiran jelang tenggat waktu pemberlakuan tarif baru terhadap produk impor senilai US$34 miliar dari Tiongkok oleh pemerintah Amerika Serikat pada 6 Juli. Tiongkok telah menyatakan akan menetapkan tarif terhadap produk impor dari AS sebagai bentuk aksi balasan.

“Dengan Tiongkok siap untuk melakukan aksi balasan, para investor memperkirakan volatilitas di pasar saham tak terhindarkan,” kata GM SMBC Nikko Securities Tsuyoshi Horota, seperti dikutip Reuters.

Saham Fast Retailing anjlok 2,5 persen dan menyebabkan indeks Nikkei anjlok 45 poin hari ini. Pada sesi sebelumnya, saham Fast Retailing turun 2,2 persen setelah penjualan di gerai pakaian Uniqlo mengalami penurunan pada Juni.

Mencuatnya tensi AS-Tiongkok menyebabkan saham perusahaan yang berhubungan dengan turisme melorot, karena jumlah wisatawan dari Tiongkok ke Jepang dikhawatirkan turun. Saham Shiseido Company, Kyoritsu Maintenance, Japan Airport Termminal masing-masing anjlok 5 persen, 5,3 persen, dan 3,4 persen.

Saham perbankan merosot, dengan saham Mitsubishi UFJ Financial Group, Mizuho Financial Group, dan Shizuoka Bak masing-masing turun 0,9 persen, 0,7 persen, dan 1,5 persen.

Saham perusahaan ritel juga melemah, dengan saham Ryohin Keikaku yang menjual produk gaya hidup MUJI terjun bebas 12 persen setelah laba operasional tahunan perusahaan tersebut diperkirakan akan berada di bawah ekspektasi pasar. Laba operasional tahunan hanya akan mencapai 50 miliar yen sampai Februari 2019, di bawah perkiraan 50,7 miliar yen.

Nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di kisaran 110,38 yen per dolar AS.