Diperkirakan Rp30 Triliun Dana Asing Akan Kabur Tahun Depan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Investor asing ditenggarai akan terus melakukan aksi jual hingga tahun depan. Dana asing yang akan keluar akibat sentimen negatif dari pengurangan bobot investasi pada saham-saham berkapitalisasi besar dari Indeks MSCI dan digantikan dengan saham-saham dari Bursa China dan Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/7/2018).

“Tahun depan MSCI kembali melakukan rebalancing saham-saham kapitalisasi besar BEI ke saham-saham dari Bursa China dan Arab Saudi,” kata dia.

Ia memperkirakan, nilai total saham-saham kapitalisasi besar BEI yang akan digantikan oleh saham-saham China sebesar USD1,2 Miliar atau setara Rp15 triliun.

“Itu juga berlaku untuk saham-saham yang berasal dari Arab Saudi yakni senilai USD1,2 miiar. Jadi totalnya sebesar Rp30 triliun,” sambung dia.

Jika hal itu terjadi, lanjut dia, diproyeksi akan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sementara itu, dia meragukan kemampuan fund lokal seperti BPJS, Dana Pensiun dan perusahaan asuransi mengantikan peran fund asing untuk menutup aksi jual investor asing.

“Apa bisa BPJS, Dana Pensiun dan asuransi membeli saham-saham kapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, TLKM, ASII dan lain-lain senilai fund asing,” ujar dia.

Sementara itu, menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widito Widodo, dengan penurunan bobot saham-saham lokal dalam indeks MSCI tidak serta merta digantikan dengan saham-saham bursa China dan Arab Saudi.

“Lihat dulu saham-saham dari China, apakah sebaik yang diperkirakan. Tapi info itu memang perlu dicermati,” kata dia.

Asal tahu saja, MSCI telah melakukan rebalancing  atas saham-saham lokal pada Juni 2018. Sementara itu, sepanjang tahun ini, investor asing telah mencatatkan aksi jual senilai Rp50,2 triliun.