Sepanjang 2017, MTDL Raih Laba Bersih Sebesar Rp 247,4 Miliar

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan laba bersih sepanjang 2017 sebesar Rp 247,4 miliar, atau meningkat 12,1% dari laba bersih tahun 2016.

“Setelah memperhitungkan biaya operasional, beban bunga, selisih kurs dan pajak, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 247,4 miliar, meningkat 12,1% dari laba bersih tahun 2016,” ungkap Presiden Direktur Metrodata Electronics, Susanto Djaja, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta Kamis (07/06) lalu.

“Berkat langkah-langkah yang dilakukan, penjualan Perseroan meningkat sebesar Rp 769 miliar atau naik 7,7% dibandingkan dengan tahun 2016, dan mencapai penjualan sebesar Rp 10,82 triliun di tahun 2017,” sambungnya.

Adapun kenaikan penjualan juga mendorong peningkatan laba kotor sebesar Rp 44,6 miliar, sehingga Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 850,9 miliar di tahun 2017.

Dijelaskan, penjualan Perseroan terutama dikontribusikan oleh Unit Bisnis Distribusi sebesar 77,4% dan sekitar 20,2% dari Unit Bisnis Solusi, serta sisanya berasal dari Unit Bisnis lainnya.

Memasuki tahun 2018, Perseroan menetapkan target yang cukup optimis, yaitu penjualan diharapkan mencapai Rp 12,7 triliun atau bertumbuh sebesar 17,4% dibandingkan tahun 2017 dan laba bersih diharapkan bertumbuh 10% atau mencapai Rp 272,1 miliar di tahun 2018.

Pencapaian Kuartal I - 2018

Mengawali tahun 2018, Perseroan optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus membaik dengan didukung fundamental ekonomi yang semakin menguat.

Menurut Susanto Djaja, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2,9 triliun pada kwartal pertama, yang mengalami kenaikan sebesar 38,1% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017.

Selanjutnya, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 64,2 miliar untuk kwartal pertama tahun 2018 yang mengalami kenaikan sebesar 42,4% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017.

“Untuk laba bersih diharapkan bertumbuh 10% atau mencapai Rp 272,1 miliar di tahun 2018,” tandas Susanto Djaja.