Lepas 703,6 Juta Lembar Saham, Mahkota Group Akan Raih Dana Hingga Rp175,9 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Mahkota Group Tbk menawarkan 703.688.000 lembar saham baru atau 20% melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan harga penawaran Rp 200 sampai dengan Rp 250 per saham. Sehingga perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp140,737 miliar hingga Rp175.922 miliar.  

Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk, Usli mengatakan, dana hasil IPO tersebut, sekitar 60% akan digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke Entitas Anak PT Mutiara Unggul Lestari (MUL-Entitas Anak Perseroan), yaitu PT lntan Sejati Andalan (ISA Entitas Anak MUL) yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik Refinery.

“Diharapkan pabrik refinery akan rampung Juni 2019 dengan kapasitas 1.500 ton perhari,” ujar Usli di Jakarta, Jumat (22/6/2018)

Ia menjelaskan, pembangunan pabrik Refinery dan Kernel Crushing Plant adalah untuk memberi nilai tambah bagi Perseroan. Dengan adanya pembangunan pabrik Refinery dan Kernel Crushing Plant, Perseroan dapat melakukan sistem pemurnian yang dapat menghasilkan produk turunan olein (minyak makan) dan sterin (bahan baku margarin dan oleochemical) serta produk turunan lainnya. 

"Dengan adanya pengembangan industri hilir ini, serta dengan akan adanya tambahan pendapatan, maka tahun 2018 laba kami akan mencapai Rp50 miliar dan tahun 2019 mencapai Rp123 miliar," jelasnya. 

Sementara itu, sekitar 40% dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk modal kerja ke Entitas Anak, yaitu PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian lnti Mekar dan PT lntan Sejati Andalan. 

Lebih lanjut diungkapkan, pihaknya optimis akan prospek pertumbuhan perkebunan kelapa sawit. Menurut Usli, perkebunan kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak per hektar tertinggi dari semua jenis minyak nabati lainnya.

Di negara penghasil minyak yang lebih tinggi, hasil rata-rata kelapa sawit sekitar empat ton minyak per hektar per tahun, lebih dari dua kali lipat produksi minyak per hektar yang diperoleh dari lobak dan empat kali produksi minyak per hektar yang diperoleh dari kedelai dan biji bunga matahari. 

Oleh karena itu, lanjut Usli, minyak sawit membutuhkan area perkebunan yang lebih kecil dihandlngkan dengan tanaman penghasil minyak lainnya untuk memproduksi jumlah minyak yang sama. Biaya produksi per ton minyak sawit juga lebih rendah dibandingkan tanaman penghasil minyak lainnya. 

"Produksi CPO di Indonesia diperkirakan akan tumbuh 7% YoY di 2017/2018, Indonesia merupakan negara produsen CPO terbesar di dunia. Sampai bulan Oktober 2017, produksi CPO Indonesia ada di level 34,04 juta tons dan ekspor CPO Indonesia berada di level 26,73 juta tons," lanjut Usli. 

Adapun dalam aksi korporasi ini, PT Panin Sekuritas Tbk. telah ditunjuk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dalam Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan yang akan dilaksanakan pada awal Juli 2018.

Diharapkan, rencana ini akan mengantongi pernyataan efektif pada tanggal 29 Juni 2018, sehingga Masa Penawaran Umum dapat dilaksanakan pada tanggal 3-9 Juli 2018.

"Dan kami berharap saham perusahaan dapat dicatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 Juli 2018," jelasnya.

Dengan rencana tersebut diatas, valuasi perusahaan pada akhir tahun 2017, yaitu; PBV 1,3 X -1,7X dan tahun 2018 PER 14X-17X, PBV 1,1-1,4X.