Indeks Kospi Turun 0,47 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 11,57 poin, atau sekitar 0,47 persen, pada Selasa (8/5/2018), menjadi 2.449,81. Volume perdagangan tinggi mencapai 703 juta saham senilai 9,49 triliun won atau US$8,82 miliar, dengan saham yang turun melebihi yang naik 618 berbanding 226.

Angka indeks sempat menguat di awal perdagangan setelah sebelumnya libur tiga hari, mengikuti pergerakan Wall Street pada Senin (7/5/2018). Namun angka indeks kemudian merosot setelah Tiongkok menyatakan surplus perdagangan dengan Amerika Serikat melebar pada April dari bulan sebelumnya, memicu kekhawatiran terjadinya perang dagang antara kedua negara.

“Data perdagangan Tiongkok bulan April sangat baik dan mendukung perkembangan perekonomian global ke depannya,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.

“Namun melebarnya surplus perdagangan negara tersebut dengan AS mungkin akan memicu terjadinya kembali ketegangan antara Washington dengan Beijing,” tandas Seo.

Sektor baja dan konstruksi memimpin penurunan hari ini, dengan saham POSCO dan Hyundai Engineering & Construction Company masing-masing anjlok 2,31 persen dan 4,25 persen. Sektor industri kimia juga melemah, dengan saham LG Chem dan Kumho Petrochemical masing-masing anjlok 3,08 persen dan 2,76 persen.

Saham Samsung Electronics naik 1,35 persen di hari kedua setelah selesai melakukan stock split. Saham Samsung Biologics melonjak 3,06 persen setelah para investor memanfaatkan penurunan harga saham yang berlangsung sebelumnya setelah terkuaknya skandal akuntansi di anak perusahaan Samsung Group tersebut.

Nilai tukar won terhadap dolar AS berada di kisaran 1.076,5 won per dolar AS, naik 0,7 won dari sesi sebelumnya.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,6 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia meningkat 7,40 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 6.091,90. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Filipina, Malaysia, dan Vietnam mengalami penguatan, sedangkan Bursa Thailand dan Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 24,95 poin, atau sekitar 0,80 persen, menjadi 3.161,60. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 408,55 poin, atau sekitar 1,36 persen, menjadi 30.402,81.