Indeks Nikkei Datar Mengawali Pekan

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, berakhir datar pada Senin (7/5/2018) setelah para trader berspekulasi bank sentral Jepang akan membeli exchange-traded funds (ETF) untuk meredam pelemahan di sektor finansial akibat merosotnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Indeks Nikkei hanya bergerak turun terbatas 5,62 poin menjadi 22.467,16. Sebaliknya, indeks Topix naik 0,1 persen menjadi 1.773,18.

“Selain harapan pembelian ETF oleh BOJ (Bank of Japan), aksi beli yang dilakukan investor ritel membuat saham small caps meningkat,” kata Chihiro Ohta, GM riset investasi SMBC Nikko Securities, seperti dikutip Reuters.

Saham Monex Group menjadi salah satu saham yang paling diminati oleh para investor ritel. Saham perusahaan pialang online tersebut melambung 5,2 persen dan menjadi saham dengan turnover tertinggi di Bursa Tokyo hari ini.

Saham defensif seperti utilitas juga meningkat. Saham Tokyo Electric Power Company melambung 4,6 persen dan saham Chubu Electric Power melonjak 2,7 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan-perusahaan finasial melemah dengan sektor sekuritas anjlok 1,3 persen, menjadi sektor dengan penurunan paling tajam. Sektor asuransi turun 0,9 persen. Saham Nomura Holdings dan T&D Holdings masing-masing merosot 2,2 persen dan 2,5 persen.

Saham perusahaan pertambangan menguat, dengan saham Inpex dan Japan Petroleum Exploration masing-masing naik 0,9 persen dan 1,2 persen setelah harga minyak dunia meningkat dipicu krisis ekonomi yang melanda Venezuela yang mengancam suplai minyak mentah dari negara tersebut ke pasar global.

Nilai tukar dolar AS turun 0,2 persen terhadap yen Jepang menjadi 108,91 yen per dolar AS.

Bursa Efek Korea di Seoul, Korea Selatan, tutup hari ini sehubungan perayaan Hari Anak-Anak.

Secara umum bursa saham Asia diwarnai dengan penguatan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 21,60 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 6.084,50. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 45,61 poin, atau sekitar 1,48 persen, menjadi 3.136,64. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 67,76 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 29.994,26.