Indeks Kospi Naik 0,58 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 13,98 poin, atau sekitar 0,58 persen, pada Kamis (31/5/2018), menjadi 2.423,01. Volume perdagangan tinggi mencapai 792 juta saham senilai 13 triliun won atau sekitar US$12 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 530 berbanding 304.

Indeks Kospi menguat mengikuti pergerakan positif di Wall Street setelah kekhawatiran akan kondisi politik di Italia mereda, dengan pemilu ulang akan dilangsungkan Juli mendatang.

“Bursa saham Eropa sempat melemah di tengah mencuatnya kekhawatiran akan kondisi politik di Italia dan kemungkinan keluarnya negara tersebut dari Uni Eropa, namun pengaruh kekhawatiran tersebut sudah selesai berdampak. Tampaknya tidak akan ada lagi pelemahan yang disebabkan kekhawatiran tersebut untuk kedepannya,” kata Jun In-Ji, analis Yuanta Securities Korea, seperti dikutip Yonhap News.

Investor individu dan institusi masing-masing membeli saham senilai 241 miliar won dan 65 miliar won. Sedangkan investor asing menjual saham senilai 352,7 miliar won.

Saham Samsung Electronics melambung 2,42 persen hari ini, setelah sempat anjlok 3,51 persen pada sesi sebelumnya setelah unit bisnis asuransi Samsung dilaporkan akan menjual saham yang dimiliki di Samsung Electronics senilai US$1,3 miliar dalam upaya memenuhi aturan keuangan di Korsel.

Saham utama lainnya yang juga menguat secara signifikan adalah saham LG Chem, Naver dan Hyundai Motor, masing-masing melonjak 2,42 persen, 2,61 persen, dan 1,09 persen. Sebaliknya saham SK Hynix, POSCO, Hyundai Steel, dan Celltrion masing-masing turun 1,68 persen, 0,73 persen, 2,37 persen, dan 1,48 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 3,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.077,70 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang meningkat 0,6 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 27,20 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 6.011,90. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 54,03 poin, atau sekitar 1,78 persen, menjadi 3.095,47. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 411,77 poin, atau sekitar 1,37 persen, menjadi 30.468,56.