Indeks Nikkei Merosot 1,52 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, merosot 339,91 poin, atau sekitar 1,52 persen, pada Rabu (30/5/2018), menjadi 22.018,52. Angka indeks sempat meluncur ke angka terendah dalam enam pekan terakhir 21.931,65 sebelum berakhir di angka penutupan. Indeks Topix juga melemah secara signifikan, turun 1,5 persen menjadi 1.736,13.

Krisis politik yang berlangsung di Italia, yang berpotensi memicu keluarnya negara tersebut dari keanggotaan Uni Eropa dan anjloknya nilai tukar euro, membuat saham perusahaan finansial dan perusahaan yang berorientasi ekspor mengalami penurunan tajam. Para investor memilih untuk mengalihkan dana yang mereka miliki ke obligasi Amerika Serikat dan yen.

“Situasi politik di Italia membuat para investor menghindar dari investasi beresiko. Saham perusahaan finansial dan perusahaan yang berorientasi ekspor terkena imbas langkah para investor sehingga mengalami kemerosotan,” kata Norihiro Fujito, senior investment strategist Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, seperti dikutip Reuters.

Indeks sektor asuransi dan perbankan masing-masing terjun 2,4 persen dan 2,3 persen. Para analis menyatakan ada kemungkinan penjualan saham sektor finansial akan terus berlanjut karena ada spekulasi penguatan yen akan memicu pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank of Japan. BOJ menetapkan suku bunga negatif sejak dua tahun lalu, sebuah langkah yang tidak populer di kalangan perbankan.

“Kita tidak tahu secara pasti apakah BOJ akan makin mempertajam suku bunga negatif untuk menahan lonjakan yen atau tidak, yang hanya bisa dipastikan adalah bank tersebut tidak akan beralih dari suku bunga negatif selama penguatan yen mengancam perekonomian,” kata Hiroyuki Fukunaga, CEO Investrust.

Saham Sompo Holdings, Dai-ichi Life Holdings, Mitsubishi UFJ Financial Group, Hiroshima Bank, Hachijuni Bank masing-masing anjlok 2,6 persen, 2,8 persen, 3,4 persen, 2,9 persen, dan 3 persen.

Imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah AS pada Selasa (29/5/2018) mencatatkan penurunan harian tertajam dalam dua tahun terakhir.

Saham eksportir berada dalam tekanan setelah nilai tukar dolar AS melemah 0,3 persen terhadap yen menjadi 108,38 yen per dolar AS. Saham perusahaan-perusahaan dengan eksposur kuat terhadap zona euro terutama mengalami dampaknya, dengan saham Maza Motor Corporation, Makita Corporation, dan Nikon Corporation masing-masing anjlok 2,1 persen, 3,8 persen, dan 2 persen.  

Para investor memiliki ekspektasi BOJ akan melakukan pembelian exchange-traded fund (ETF) untuk menstabilkan pasar modal. BOJ sebelumnya telah lima sesi beruntun melakukan pembelian ETF.