OJK Tengah Periksa Syarat Administratif Empat Paket Calon Direksi BEI

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pemeriksaan syarat-syarat administratif calon-calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 hingga 2021.

Pemeriksaan tersebut diharapkan rampung dalam minggu ini dan selanjutnya akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon direksi bursa mulai tanggal 7 Mei hingga akhir Mei 2018.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fakhri Hilmi mengatakan, uji kelayakan dan kepatutan calon direksi BEI dibarengi dengan hal yang sama untuk jabatan Direksi KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) dan Komisiaris KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).

“Saat ini kami tengah melakukan verifikasi syarat administratif calon Direksi BEI, KPEI dan Komisaris KSEI,” di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Ia menjelaskan, syarat administratif tersebut terkait bahwa masing masing paket berisikan tujuh orang. Syaratnya, dari tujuh orang tersebut setidaknya satu orang calon direktur wajib memiliki pengalaman dalam posisi direktur pada perusahaan bidang keuangan minimal lima tahun, dengan ketentuan minimal tiga tahun menduduki posisi direktur di perusahaan efek.

Selanjutnya, minimal satu orang juga wajib memiliki pengalaman pada posisi manajerial dan minimal satu tingkat di bawah direktur pada institusi pengawas pasar modal paling kurang selama lima tahun.

Selain itu, paling sedikit satu calon direktur wajib memiliki pengalaman posisi manajerial pada bidang pengelolaan risiko dan pengelolaan investasi di perusahaan keuangan. Dan, satu orang profesional di bidang hukum, akutansi, atau keuangan yang berpraktik secara aktif di pasar modal selama kurang lebih lima tahun.

Sedangkan, calon direktur IT (teknologi dan informasi) wajib berpengalaman dalam posisi manajerial di bidang IT paling kurang lima tahun dan punya pengetahuan mengenai sistem IT di perusahaan keuangan.

Ditambahkan, sebelum mendaftarkan diri kepada otoritas pasar modal, ketujuh calon direksi itu harus didukung oleh anggota bursa (AB) atau gabungan AB yang memiliki nilai transaksi 10% dari total transaksi bursa dalam satu tahun belakangan.

Lebih lanjut Fakhri juga mengungkapkan, calon yang dipilih nanti diharapkan paling professional, memiliki kompetensi dan berintegritas.

“Dari empat paket calon direksi BEI yang maju, akan kami pilih yang terbaik,” terang dia.

Fakhri juga berjanji, akan mengajukan tujuh direksi BEI terpilih untuk ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa BEI pada tanggal 25 Juni 2018.

“Sebelum tanggal 25 Juni akan kami ajukan,” kata dia.

Berdasarkan data yang didapat Pasardana.id, nama kandidat Paket Tito Sulistio adalah Edgar Ekaputra, calon Direktur Penilaian Perusahaan, Berpengalaman kerja 33 tahun di bidang perbankan dan pasar modal.

Erna Dewayani, calon Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa. Saat ini menjadi Kepala Divisi Pengembangan Investor di tahun 2017.

Alpino Kianjaya, saat ini Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.

Abdul Munim, calon Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko. Saat ini Kepala Divisi Operasional Teknologi Informasi.

Hasan Fawzi, calon Direktur Pengembangan. Saat ini Direktur Utama PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Chaeruddin Berlian, calon Direktur Keuangan dan SDM . Saat ini menduduki jabatan yang sama.

Sedangkan paket calon Direktur Utama Inarno Jayadi yang saat ini menjabat sebagai Komisaris BEI adalah Anita, Direktur Utama Reliance Sekuritas; Andy Salah, Direktur Trimegah Securities; Johannes Liaw, Kepala Divisi IT BEI; Zaki Mubarak Direktur Bosowa, John Tambunan Direktur Citi Sekurities, dan Justisia Tripurwasani mantan Direktur BEI.

Sementara calon paket Direktur utama BEI Laksono Widodo, yang saat ini menjadi Direktur Mandiri Sekuritas adalah Rudy Utomo, Direktur Utama Evergreen;  Nyoman Yetna, Kepala Divisi Pencatatan BEI; Fithri Hadi Peneliti Senior OJK; Risa Guntoro Direktur Macquire, Arisandhi Indrodwisatio Direktur Mirae Asset Securities dan Adrian Rusmana, Direktur Utama Dana Pensiun Pertamina.

Terakhir, paket calon direktur utama BEI Boyke Wibowo Mukiyat yang pernah menjabat Direktur Utama PPA adalah Calon Direktur Keuangan & SDM Ignatius Girindro Sri Nirbito, yang saat ini menjadi Direktur Utama Indonesia SIPF, Calon Direktur Perdagangan & Pengaturan Anggota Bursa, Jeffry Wikarsa,yang saat ini menjabat Direktur Utama PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, Calon Direktur Teknologi Informasi & Management Risiko Mas Mokhamad Sudarmaji, saat ini menjabat Direktur PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Calon Direktur Pengawasan Transaksi & Kepatuhan, Kristian Sihar Manullang. Saat ini Direktur PT PEI; Calon Direktur Penilaian Perusahaan Poltak Hotradero. Saat ini sebagai Peneliti Senior Bidang Ekonomi di PT BEI dan calon direktur pengembangan adalah Susy Meilina, yang saat ini  sebagai Direktur Utama PT MNC Sekuritas.