Indeks Nikkei Naik 0,31 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, naik 72,01 poin, atau sekitar 0,31 persen, pada Senin (21/5/2018), menjadi 23.002,37 setelah nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat 0,5 persen terhadap yen Jepang menjadi 111,245 yen per dolar.

Indeks Nikkei melampaui level psikologis penting 23.000 untuk pertama kalinya sejak awal Februari lalu. Para analis menyatakan bahwa level resistensi berikutnya ada di level 23.122,45 yang terakhir tercapai di awal Februari.

Sebaliknya dari indeks Nikkei, indeks Topix melemah 0,1 persen menjadi 1.813,75, dengan hanya 1,29 miliar saham bertukar tangan, volume terendah sejak awal April.

Nilai tukar dolar menguat terhadap yen setelah tensi antara AS dengan Tiongkok di bidang perdagangan mereda. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Minggu (20/5/2018) menyatakan bahwa AS dan Tiongkok sepakat untuk menunda pemberlakuan tarif baru terhadap barang impor dan akan mengupayakan kesepakatan perdagangan yang baru antara kedua negara.

“Kombinasi antara nilai tukar dolar AS terhadap yen yang berada di atas 111 yen per dolar AS dan penguatan Wall Street mendukung terdongkraknya saham-saham perusahaan Jepang, seiring pulihnya sentimen pasar,” kata Yutaka Miura, analis teknis senior Mizuho Securities, seperti dikutip Reuters.

Hasil penelitian Daiwa Securities menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan Jepang diperkirakan akan mengalami peningkatan laba sebelum pajak sebesar 2 persen untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2019. Sebagian besar perusahaan tersebut menetapkan rata-rata nilai tukar dolar AS terhadap yen di kisaran 105 yen per dolar AS.

Pelemahan yen mendongkrak laba perusahaan Jepang yang diperoleh dari luar Jepang ketika direpatriasi.

Saham TDK Corporation, Daikin Industries, dan Nitto Denko masing-masing meningkat 2,2 persen, 1,4 persen, dan 2,2 persen hari ini. 

Sektor asuransi dan perbankan mengalami pelemahan, dengan saham MS&AD Insurance dan Mizuho Financial Group masing-masing turun 4 persen dan 0,8 persen. Saham Japan Tobacco melorot 1,3 persen setelah melaporkan penurunan penjualan tembakau di pasar domestik pada April lalu.