Indeks Nikkei Turun 0,44 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, mengalami penurunan 100,79 poin, atau sekitar 0,44 persen, pada Rabu (16/5/2018), menjadi 22.717,23. Indeks Topix juga melemah, melorot 0,3 persen menjadi 1.800,35.

Angka indeks turun terpengaruh pelemahan yang terjadi di Wall Street setelah imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah Amerika Serikat melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2011 lalu.

“Saham overseas melemah setelah imbal hasil obligasi AS melonjak dan harga emas anjlok, pergerakan yang terjadi sangat tidak stabil dan membuat para investor menghindari instrumen investasi yang beresiko tinggi,” kata Yoshinori Shigemi, global markets strategist JP Morgan Asset Management, seperti dikutip Reuters.

Para investor juga mengkhawatirkan perkembangan terbaru di Semenanjung Korea. Korea Utara membatalkan konferensi tingkat tinggi dengan Korea Selatan seiring berlangsungnya latihan militer bersama antara Korsel dengan AS. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Korut Kim Jong-Un yang dijadwalkan berlangsung bulan depan pun menjadi terancam gagal berlangsung.

Data yang dirilis pagi tadi menunjukkan perekonomian Jepang mengalami kontraksi, menambah kekhawatiran para investor.

Salah satu saham utama yang mengalami penurunan tajam adalah saham Mitsubishi UFJ Financial Group, yang anjlok 2,4 persen. Para investor kecewa dengan kenyataan bahwa perolehan laba bersih tahunan Mitsubishi UFJ berada di bawah estimasi dan rencana buyback saham Mitsubishi UFJ jumlahnya tak sesuai harapan.  

Saham Suruga Bank anjlok 10 persen setelah menyatakan bahwa ada banyak karyawannya yang mengetahui terjadi pinjaman tidak patut kepada investor ritel yang melakukan investasi properti. Saham Suruga Bank telah anjlok sekitar setengahnya setelah kabar berlangsungnya pinjaman yang tidak patut tersebut tersebar ke publik.

Di sisi lain, saham Nisshin Steel Company meroket 16 persen setelah Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation menyatakan bahwa Nisshin akan menjadi anak perusahaan dari perusahaan baja yang berpusat di Tokyo tersebut sepenuhnya mulai Januari tahun depan melalui pertukaran saham.

Nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang berada di ksiaran 110,300 yen per dolar AS.