Indeks Nikkei Melonjak 1,16 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, melonjak 261,30 poin, atau sekitar 1,16 persen, pada Jumat (11/5/2018), menjadi 22.758,48. Saham yang naik melampaui saham yang turun, 163 berbanding 59.

Angka indeks sempat mencapai 22.769,16, level tertinggi sejak 5 Februari lalu, sebelum berakhir di angka penutupan. Dalam sepekan terakhir, indeks Nikkei meningkat 1,3 persen.

Seperti indeks Nikkei, indeks Topix mengalami penguatan hari ini, dengan peningkatan 0,98 persen menjadi 1.794,96.

Lonjakan saham Apple Inc, seperti diwartakan Reuters, membuat saham perusahaan-perusahaan Jepang yang berkecimpung dalam produksi chip mengalami peningkatan. Saham Tokyo Electron, Advantest Corporation, dan Murata Manufacturing masing-masing naik 2,5 persen, 0,9 persen, dan 4,6 persen.

Sementara itu, tingginya perolehan laba berbagai perusahaan mendongkrak sejumlah saham utama lainnya.

Saham Suzuki Motor Corporation melambung 9 persen setelah merilis laporan yang menyebutkan bahwa laba operasional perusahaan meningkat 40,3 persen menjadi 374,2 miliar yen, atau sekitar US$3,42 miliar, untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2108, melampaui estimasi para analis.

Suzuki juga memperkirakan peningkatan sebesar 2,3 persen dalam penjualan kendaraan produksinya secara global tahun ini, mencapai 3,3 juta unit.

Saham Panasonic Corporation melonjak 4,9 persen setelah melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 58 persen untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2018 mencapai 236,04 miliar yen berkat bisnis terkait otomotif.

Saham Kirin Holdings meningkat 2,4 persen setelah mengumumkan peningkatan laba operasional sebesar 26,4 persen mencapai 74,4 miliar yen pada kuartal I 2018.

Saham SoftBank Group Corporation naik 2 persen setelah harian bisnis Nikkei melaporkan bahwa tiga bank raksasa Jepang akan berpartisipasi dalam Vision Fund, lembaga pendanaan yang dibentuk SoftBank pada 2017 lalu.

Saham Rakuten Inc sebaliknya mengalami penurunan 4,4 persen setelah perusahaan internet dan e-commerce tersebut mengalami penurunan laba operasional sebesar 30,5 persen menjadi 28,1 miliar yen pada kuartal pertama tahun ini. Peningkatan biaya e-commerce dan pengeluaran untuk mensponsori FC Barcelona telah membebani keuangan perusahaan.

Nilai tukar dolar AS melemah 0,1 persen terhadap yen Jepang menjadi 109,29 yen per dolar AS.