IHSG|analisa market|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

istimewa
Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, secara teknikal analis, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami teknikal rebound setelah menutup gap naik yang terjadi akhir tahun lalu.
Ditopang sentimen bursa regional, IHSG berpotensi kembali melanjutkan penguatan menguji level tertinggi sebelumnya, ditengah antisipasi investor menyambut "January effect ".
Sementara dari factor eksternal, Dow Jones membukukan level tertinggi baru pada level 25,075 (+0.6%).
Adapun bursa regional dibuka cukup positif pagi ini didukung sentimen positif bursa Eropa dan Amerika.
Sementara itu, harga energi dunia seperti minyak mentah dan batubara bertahan pada level yang cukup tinggi, diharapkan dapat kembali menopang sentimen pasar untuk sektor komoditas hari ini.
Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;
SMBR - Target pertumbuhan penjualan
PT Semen Baturaja (SMBR) menargetkan penjualan tahun ini naik antara 50%-60%
dibandingkan penjualan tahun 2017. SMBR memperkirakan dapat menjual 2.75 juta
ton sepanjang tahun ini. Sementara target penjualan semen SMBR hingga akhir
tahun 2017 mencapai 1.8 Juta ton dengan penjualan didominasi semen kantong
(bulk) sebesar 77% dari total penjualan sedangkan sisanya 23% adalah semen
curah. Meningkatnya penjualan pada tahun ini seiring bertambahnya kapasitas
produksi SMBR mencapai 3.85 juta ton per tahun.
TRAM - Tambah modal dua anak usaha
PT Trada Alam Minera (TRAM) menaikan modal dasar dan disetor di PT Semeru
Infra Energi dan Black Diamond Energy (BDE). Hasil keputusan yang disepakati
bersama menegaskan, peningkatan modal disetor dan ditempatkan PT Semeru Infra
Energi dari Rp 505 Miliar menjadi Rp 1.96 Triliun. Selain itu, pada kesempatan
yang sama, TRAM juga menyetujui kenaikan modal dasar PT Black Diamond Energy
dari Rp 300 Miliar menjadi Rp 1 Triliun.
**UNTR - Belanja modal
**PT United Tractors (UNTR) menganggarkan belanja modal pada tahun ini sekitar
US$ 800 Juta atau naik 39.13% dibandingkan alokasi belanja modal tahun lalu
senilai US$ 550 Juta-US$ 575 Juta. Mayoritas sumber dana berasal dari kas
internal dan selebihnya dari pinjaman perbankan.
UNTR mengalokasikan porsi terbesar untuk PT Pamapersada Nusantara yang merupakan kontraktor penambangan. Selain itu, Manajemen UNTR mengungkapkan seluruh target penjualan 3,200 unit Komatsu pada tahun lalu telah terpenuhi.
**WSBP - Proyeksi pendapatan dan laba bersih 2018
**PT Waskita Beton Precast (WSBP) memproyeksikan pendapatan perseroan dapat
mencapai Rp 9 Triliun pada 2018, naik 14% hampir dari estimasi tahun lalu Rp
7.9 Triliun. Laba bersih perseroan juga diperkirakan mencapai Rp 1.4 Triliun
atau naik 16% dari target tahun lalu sebesar Rp 1.21 Triliun. Sementara itu,
nilai kontrak baru sepanjang 2018 diharapkan sebesar Rp 11.5 Triliun.
WSKT - WTR dapatkan pinjaman
Anak perusahaan PT Waskita Karya (WSKT), PT Waskita Toll Road (WTR), mendapat
pinjaman senilai Rp 975 Miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) pada
akhir tahun lalu. SMI merupakan pemegang saham minoritas WTR dengan
kepemilikan 12.76% sedangkan WSKT tercatat memiliki 72.63% saham WTR.
Pemegang saham WTR lainnya adalah PT Taspen dengan kepemilikan 14.61%. Selain pinjaman bank WTR juga berencana menerbitkan medium term notes (MTN) senilai Rp 510 Miliar untuk akuisisi lahan.