Wall Street Kembali Alami Kemerosotan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street kembali mengalami kemerosotan pada Jumat (6/4/2018) dipicu meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok di bidang perdagangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, anjlok 572,46 poin, atau sekitar 2,34 persen, menjadi 23.932,76. Indeks S&P 500 turun 58,38 poin, atau sekitar 2,19 persen, menjadi 2.604,46. Indeks komposit Nasdaq merosot 161,44 poin, atau sekitar 2,28 persen, menjadi 6.915,11.

Indeks VIX yang menjadi indikator ekspektasi pasar terhadap volatilitas di pasar saham melonjak 13,09 persen menjad 21,42.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (5/4/2018) menyatakan bersiap untuk mengenakan cukai tinggi terhadap produk impor dari Tiongkok senilai US$100 miliar.

Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok pada  Jumat (6/4/2018) menyebutkan bahwa Negeri Panda akan menentang dengan segala upaya dan melakukan langkah balasan terhadap langkah proteksionis yang dilakukan AS.

Pemerintah Tiongkok sebelumnya telah merilis daftar produk impor dari AS senilai US$50 miliar yang akan dikenakan cukai tinggi. Pengenaan cukai tersebut sebagai balasan atas rencana pengenaan cukai tinggi oleh pemerintah AS terhadap baja dan aluminium impor dari Tiongkok.

Para investor juga memperhatikan dengan seksama pidato pimpinan Federal Reserve AS Jerome Powell pada Jumat, yang mengutarakan bahwa bank sentral AS akan tetap meningkatkan suku bunga The Fed untuk mengendalikan inflasi.

“Pasar saham AS berada dalam tekanan karena tingginya suku bunga The Fed dan rencana pengenaan cukai tinggi terhadap produk impor dibarengi dengan pelemahan saham Amazon, Tesla, dan Facebook,” kata Brendan Ahern, CIO Krane Funds Advisors, seperti dikutip Xinhua.

Sentimen pasar juga terpengaruh laporan nonfarm jobs yang mengecewakan. Menurut laporan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat, total nonfarm payroll employment AS hanya naik 103.000 pada Maret, jauh di bawah konsensus pasar peningkatan 193.000. Tingkat pengangguran tetap berada di level 4,1 persen pada Maret.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat seiring melemahnya dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2018 naik US$7,6, atau sekitar 0,57 persen, menjadi US$1.336,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,39 persen menjadi 90,106.

Seperti pasar modal AS, bursa saham Eropa juga melemah pada Jumat dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,35 persen. Namun dalam sepekan, angka indeks masih meningkat 1 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 15,86 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 7.183,64. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melorot 63,92 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 12.241,27.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 58,10 poin, atau sekitar 0,60 persen, menjadi 9.682,80. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, merosot 18,42 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 5.258,24.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling turun ke bawah US$1,40 per pound, mencapai US$1,3992 per pound pada Jumat. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1442 euro per pound.