Indeks Kospi Turun 0,27 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 6,52 poin, atau sekitar 0,27 persen, pada Rabu (11/4/2018), menjadi 2.444,22. Volume perdagangan moderat mencapai 346,72 juta saham senilai 6,77 triliun won atau sekitar US$6,35 miliar, dengan saham yang naik melebihi yang turun 448 berbanding 378.

Indeks Kospi sebetulnya sempat menguat di awal perdagangan hari ini terpengaruh pidato Presiden Tiongkok Xi Jinping. Namun meningkatnya tensi di Suriah kemudian memberikan tekanan terhadap pasar modal di Negeri Ginseng.

“Kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya perang dagang mereda usai terjadinya pidato Xi. Namun butuh waktu agar kedua belah pihak mencapai kompromi di bidang perdagangan,” kata Cho Byung-Hyun, analis Yuanta Korea Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Para investor masih memiliki kegelisahan terkait ketidakpastian di bidang perdagangan dan kondisi geopolitik di Timur Tengah,” jelas Cho.

Investor institusi dan asing masing-masing menjual saham senilai 171,12 miliar won dan 22,54 miliar won. Sedangkan investor ritel membeli saham senilai 197,99 miliar won.

Sektor teknologi berakhir mixed. Saham Samsung Electronics naik 0,04 persen dan saham SK Hynix merosot 1 persen.

Saham perusahaan kosmetik turun, dengan saham AmorePacific dan LG Household & Healthcare masing-masing anjlok 2,05 persen dan 2,99 persen. Saham utama yang menguat termasuk saham Samsung Biologics yang naik 0,17 persen dan saham POSCO yang meningkat 0,62 persen.

Nilai tukar won terhadap dolar AS berada di kisaran 1.066,3 won per dolar AS, naik 0,1 won dari sesi sebelumnya.

Meski indeks Kospi dan indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, melemah, namun bursa saham Asia masih diwarnai dengan penguatan hari ini. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang meningkat 0,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 28,30 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 5.828,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Indonesia, dan Malaysia menguat, sedangkan Bursa Filipina dan Vietnam melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 17,76 poin, atau sekitar 0,56 persen, menjadi 3.208,08. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 168,97 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 30.897,71.