Daftar Efek Syariah Capai 351

foto : istimewa

Pasardana.id - Berdasarkan penelaahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kini terdapat 351 efek syariah. Angka tersebut menjadi daftar efek syariah terbanyak selama ini. Hal itu tertuang dalam keputusan Nomor: KEP-19/D.04/2017 tentang Daftar Efek Syariah.

Direktur Pengawas Pasar Modal Syariah OJK, Fadilah Kartikasasi mengatakan, dari 351 Saham Emiten dan Perusahaan Publik tersebut, terdapat 3 Saham Emiten dan Perusahaan Publik dari entitas syariah dan 348 Saham Emiten dan Perusahaan Publik yang tidak menyatakan bahwa kegiatan usaha serta pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah.

"Namun ketiganya memenuhi kriteria sebagai Saham Syariah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah," kata Fadilah dalam siaran pers, Senin (29/5/2017).

Ia menjelaskan, dari jumlah 351 tersebut, Daftar Efek Syariah terbesar berasal dari sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi sebanyak 90 saham atau 25,64 persen dari total Daftar Efek Syariah, diikuti sektor Properti, Real Estate dan Konstruksi Bangunan sebanyak 59 saham atau 16,81 persen dan Daftar Efek Syariah Industri Dasar dan Kimia 52 saham atau 14,81 persen dari total Daftar Efek Syariah.

Selanjutnya, daftar Efek Syariah yang akan mulai berlaku pada 1 Juni 2017 itu merupakan panduan investasi bagi pihak pengguna Daftar Efek Syariah, seperti manajer investasi pengelola reksa dana syariah, investor syariah baik institusi maupun individu, penyedia indeks syariah, seperti PT Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).