Saham|emiten|Bursa Efek Indonesia|aksi korporasi|Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan cenderung positif hari ini.
Beberapa faktor mendasari prediksi ini, antara lain; Dow Jones naik 13 poin hari Jumat ditutup pada level 21,797.79 kendati diliputi sentimen negatif atas saham perusahaan asuransi terkait potensi dampak badai Irma.
Adapun Bursa regional pagi ini naik dipimpin indeks Nikkei225 yang mengalami kenaikan 0.9%. Sebelumnya, IHSG naik hari Jumat lalu namun masih dibayangi aksi jual investor asing.
Dengan dukungan bursa regional kami memperkirakan IHSG diperdagangkan cenderung positif hari ini," sebut analis Kiwoom Sekuritas yang dilansir dari laman resminya, Senin (11/9/2017).
Lebih lanjut, riset juga mengungkapkan beberapa aksi korporasi dari para emiten yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain;
**JAWA - Tender offer
**PT Jaya Agra Wattie (JAWA) memiliki pemegang saham mayoritas baru setelah PT
Sinar Kasih Abadi melakukan penjualan seluruh saham yang dimilikinya. Saham
tersebut dijual dengan harga Rp 250 saham dengan total 2.66 miliar saham
(70.5% saham). Transaksi dilakukan melalui pasar negosiasi dengan nilai
transaksi mencapai Rp 665.35 Miliar.
Seluruh saham dibeli oleh PT Sarana Agro Investama dan menjadikan pengendali baru JAWA. Selesai transaksi ini, Sarana Agro akan melakukan tender offer atas seluruh saham JAWA yang dimiliki publik. Saat ini kepemilikan saham JAWA yang beredar di publik sebesar 29.4%.
Pada sisa tahun ini, JAWA akan lebih fokus membenahi internal dan menahan ekspansi dengan melakukan efisiensi operasional dan mengetatkan belanja modal serta melakukan pembenahan pada infrastruktur dan alat produksi.
**MKNT - Rencana rights issue
**PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) berencana menerbitkan saham baru
melalui proses rights issue. Dengan harga penawaran Rp 300 per lembar maka
target dana perolehan mencapai Rp 600 Miliar.
Sebagian besar dana hasil rights issue akan digunakan untuk meningkatkan modal anak perusahaan. Sekitar 70% dana akan dialokasikan untuk PT Mitra Sarana Berkat, 20% untuk Mitra Telindo Nusantara, dan 10% sisanya untuk modal kerja MKNT.
PPRO - Rencana akuisisi lahan
PT PP Properti (PPRO) berencana mengakuisisi lahan di wilayah kertajati seluas
200 Ha dikarenakan lahan di wilayah Kertajati cukup prospektif dengan rencana
pembangunan bandara baru. Wilayah tersebut akan menjadi Aero Citiy atau kota
mandiri dengan pengembangan hingga 20 tahun yang akan datang. PPRO akan
bekerjasama dengan anak perusahaan Bandara Internasional Jawa Barat.
Dengan tambahan lahan tersebut maka total luas land bank PPRO tercatat sekitar 294 Ha. Sementara itu PPRO telah membukukan marketing sales senilai Rp 1.75 Triliun pada 8M 2017, sekitar 58% dari target marketing sales tahun ini senilai Rp 2.99 Triliun.
TOWR - Naikkan fasilitas pinjaman
PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) melalui anak usahanya PT Profesional
Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menaikan plafon pinjaman loan revolving
facility dari PT Bank Central Asia (BBCA). Perseroan menaikan nilai pinjaman
menjadi Rp 750 Miliar, dibandingkan dengan perjanjian perseroan pada 21
Desember 2016 yang hanya sebesar Rp 500 Miliar.
Melalui perjanjian baru tersebut kedua pihak sepakat mengubah beberapa aspek, diantaranya penambahan komitmen pinjaman dan jangka waktu ketersedian fasilitas A menjadi 36 bulan dan batas jatuh tempo fasilitas B menjadi 12 bulan sejak tanggal penandatangan perjanjian perubahan tersebut.