Indeks Nikkei Anjlok 4,51 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, anjlok 974,13 poin, atau sekitar 4,51 persen, pada Jumat (23/3/2018), menjadi 20.617,86. Penurunan yang terjadi merupakan yang penurunan harian tertajam sejak awal Februari 2018, angka penutupan mencapai level terendah sejak 3 Oktober 2017.

Dalam sepekan, indeks Nikkei terjun bebas 4,9 persen, penurunan mingguan tercuram sejak awal Februari.

Indeks Topix turun tajam 3,6 persen menjadi 1.664,94, seluruh 33 sub sektor berakhir di teritori negatif. Perdagangan saham berlangsung ramai dengan turnover mencapai 3,6 triliun yen, jumlah terbesar sejak pertengahan Februari.

Kemerosotan melanda Bursa Tokyo setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani memorandum presidensial pada Kamis (22/3/2018) yang dapat membuat dijatuhkannya cukai sampai sebesar US$60 miliar terhadap produk impor dari Tiongkok. Cukai akan mulai berlaku setelah periode konsultasi 30 hari.

“Ketika perang dagang akan dimulai antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia, siapa yang tidak khawatir akan dampaknya terhadap perekonomian dunia?” Demikian diungkapkan Norihiro Fujito, senior investment strategist Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securites, seperti dikutip Reuters.

Saham perusahaan Jepang yang memiliki kaitan erat dengan Tiongkok mengalami penurunan tajam, dengan sektor permesinan anjlok 5,6 persen, memimpin penurunan yang berlangsung di Bursa Tokyo. Saham perusahaan produsen peralatan alat konstruksi Komatsu melort 6,3 persen.

Saham perusahaan produsen peralatan permesinan juga terpukul,, dengan saham Makino Milling Machihe dan Okuma Corporation masing-masing turun 6,1 persen dan 7,4 persen.

Perusahaan produsen robot Fanuc Corporation merosot 4,4 persen. Saham perusahaan semikonduktor Advantest dan Tokyo Electron masing-masing turun 4,1 persen dan 5,7 persen.

Kabar bahwa Trump mengganti HR McMaster dengan John Bolton sebagai penasihat keamanan nasional juga membebani sentimen pasar. Bolton sebelumnya telah mengatakan ia mendukung penggunaan kekuatan militer untuk menghadapi Korea Utara dan Iran.

“Ketidakpastian akan kebijakan luar negeri pemerintah AS di bawah komando Trump semakin meningkat dan kemungkinan akan terus bertahan untuk sementara waktu,” kata Masahiro Yamaguchi, analis pasar senior SMBC Trust Bank.

Nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang turun ke level terendah sejak November 2016, yaitu 104,635 yen per dolar AS. Menguatnya nilai tukar yen menimbulkan kekhawatiran berlangsungnya penurunan laba perusahaan-perusahaan Jepang.

Saham perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor juga turun dengan signifikan hari ini. Saham Honda Motor Corporation dan TDK Corporation masing-masing anjlok 5,3 persen dan 5,3 persen.