Indeks Kospi Merosot 3,18 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 79,26 poin, atau sekitar 3,18 persen, pada Jumat (23/3/2018), menjadi 2.416,76. Volume perdagangan moderat mencapai 452,53 juta saham senilai 7,82 triliun won atau sekitar US$6,6 miliar, dengan saham yang turun jauh melampaui yang naik 825 berbanding 53.

Seperti dilansir Yonhap News, investor asing dan institusi secara keseluruhan menjual saham senilai 775 miliar won. Sedangkan investor individu membeli saham senilai 754 miliar won, sehingga indeks Kospi tercegah turun lebih tajam.

Penurunan yang terjadi hari ini mengikuti pelemahan Wall Street yang dipicu mencuatnya kekhawatiran akan berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani memorandum presidensial pada Kamis (22/3/2018) yang dapat membuat dijatuhkannya cukai sampai sebesar US$60 miliar terhadap produk impor dari Tiongkok. Cukai akan mulai berlaku setelah periode konsultasi 30 hari.

Sebagai respon, pemerintah Tiongkok telah menyatakan siap untuk mengenakan cukai besar terhadap produk impor dari Negeri Paman Sam.

Sektor teknologi memimpin pelemahan, dengan saham Samsung Electronics Company anjlok 3,98 persen dan saham SK Hynix terjun bebas 6,21 persen. Saham utama lainnya yang juga melemah adalah saham Hyundai Motor Company (-0,66 persen), POSCO (-5,58 persen), dan LG Electronics Inc (-4,48 persen).

Nilai tukar won berada di kisaran 1.082,20 won per dolar AS, turun 0,40 won dari sesi sebelumnya.

Secara umum bursa saham Asia mengalami penurunan yang signifkan hari ini terpengaruh tergelincirnya Wall Street. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 2,45 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 116,50 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 5.820,70. Bursa saham di Asia Tenggara juga diwarnai dengan pelemahan, termasuk di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 110,72 poin, atau sekitar 3,39 persen, menjadi 3.152,76. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melorot 761,76 poin, atau sekitar 2,45 persen, menjadi 30.309,29.