Wall Street Terus Alami Pelemahan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street mengalami pelemahan pada Rabu (28/2/2018), meneruskan kemerosotan yang berlangsung pada sebelumnya.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, anjlok 380,83 poin, atau sekitar 1,50 persen, menjadi 25.029,20. Indeks S&P 500 merosot 30,45 poin, atau sekitar 1,11 persen, menjadi 2.713,83. Indeks komposit Nasdaq turun 57,35 poin, atau sekitar 0,78 persen, menjadi 7.273,01.

Pelemahan terjadi setelah para investor terpengaruh isi laporan yang dirilis Departemen Perdagangan AS pada Rabu. GPD AS meningkat pada tingkat tahunan 2,5 persen pada kuartal empat 2017, sesuai dengan konsensus pasar. Pada kuartal tiga tahun lalu, GDP riil AS meningkat 3,2 persen.

GDP riil AS meningkat 2,3 persen pada 2017, merefleksikan kontribusi positif dari pengeluaran konsumsi pribadi, investasi tetap non residensial, dan ekspor.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2018 turun 70 sen menjadi US$1.317,90 per ons. Indeks dolar AS naik 0,25 persen menjadi 90,59.

Seperti pasar modal AS, bursa saham Eropa juga mengalami pelemahan pada Rabu. Indeks STOXX 600 mengalami penurunan 0,7 persen, dengan sebagian besar sektor berakhir di teritori negatif.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 50,54 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 7.231,91. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 54,88 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 12.435,85.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melorot 59,90 poin, atau sekitar 0,61 persen, menjadi 9.84030. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, merosot 23,43 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 5.320,49.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling turun 0,2 persen menjadi US$1,3893 per pound. Sedangkan terhadap euro berada di kisaran 1,1379 euro per pound.