Penguatan Data AS Hambat Harga SUN

foto : istimewa

Pasardana.id - Pasar obligasi Rabu dibuka melemah melanjutkan pelemahan Selasa. Tekanan dollar AS pada rupiah masih menjadi faktor utama.

"Pagi ini pasar obligasi di buka sama dengan penutupan kemarin sore dengan potensi melemah terbatas. Tentu tekanan akan datang dari Amerika yang dilaporkan mengalami kenaikkan harga rumah yang membuat Dollar Index menguat," jelas Kepala Pendapatan Tetap PT Indomitra Securities, Maximilianus Nicodemus kepada Pasardana.id, di Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Menguatnya dollar memberikan tekanan kepada Rupiah. Pagi ini Rupiah di buka melemah di 13.663, di ikuti dengan harga minyak WTI yang melemah di 48.82. Namun minyak masih stabil di kisaran 47 - 49.

Hal ini yang akan menahan pelemahan Rupiah lebih lanjut. Pasar obligasi juga masih akan menunggu data inflasi yang keluar hari ini. Pasar obligasi hari ini akan bergerak flat, isu kenaikkan The Fed pada bulan Juni nanti masih akan mempengaruhi Rupiah terutama pasar obligasi.

"Kami masih merekomendasikan hold dalam mengambil posisi. Pelan tapi pasti juga Asing masih keluar dari pasar obligasi meskipun tidak banyak," imbuhnya.

Adapun sentimen dari global akan mendominasi pasar obligasi hari ini. Antara lain;

- US Personal Income sama seperti sebelumnya di 0.4%.
- US Personal Spending naik dari sebelumnya 0.1% menjadi 1.0%.
- US Chicago Purchasing Manager turun dari sebelumnya 50.4 menjadi 49.3.
- US Consumer Confidence Index turun dari sebelumnya 94.7 menjadi 92.6.
- US Dallas Fed Manf. Activity turun dari sebelumnya -13.9% menjadi -20.8.
- Euro M3 Money Supply YoY turun dari sebelumnya 5.0% menjadi 4.6%.
- Euro Unemployment Rate sama seperti sebelumnya di 10.2%.
- Euro CPI Estimate YoY naik dari sebelumnya dari -0.2% menjadi -0.1%. CPI Core YoY naik dari sebelumnya 0.7% menjadi 0.8%.
- China Manufacturing PMI sama seperti sebelumnya di 50.1.
-China Non-manufacturing PMI turun dari sebelumnya 53.5 menjadi 53.1.
- China Caixin China PMI Mfg turun dari sebelumnya 49.4 menjadi 49.2.

Sementara berita Obligasi Domestik antara lain:

- Indonesia Money Supply M1 YoY naik dari sebelumnya 11.2% menjadi 13.5%. Money Supply M2 YoY turun dari sebelumnya 7.4% menjadi 7.1%.

- PT PP Properti berencana menerbitkan obligasi Rp 600 miliar pada Juni 2016, dana tersebut akan di gunakan untuk pengembangan usaha dan modal kerja perseroan.

- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) berencana menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 945 miliar.
- Pemerintah mendapati lelang yang masuk kemarin sebesar Rp 9.62 triliun dengan jumlah yang di menangkan sebesar Rp 4.93 triliun.