Kinerja Anggaran 2017 : Realisasi Belanja 93,8% dan Penerimaan Negara 95,4% serta Defisit 2,57%

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, pencapaian kinerja tahun 2017 dengan sangat positif, dilihat dari semua komponen, baik itu pendapatan, belanja dan tingkat defisit APBN.

"Tahun 2017 dari sisi APBN secara khusus menunjukkan kinerja dan realisasi yang sangat positif," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Selasa (02/1/2018).

Adapun Kemenkeu, telah menutup buku laporan kinerja tahun 2017 dengan realisasi belanja negara mencapai Rp 2.001,6 triliun atau 93,8% dan penerimaan negara Rp 1.655,8 triliun atau 95,4% dari target yang telah dicanangkan.

"Dengan penerimaan negara Rp 1.655,8 triliun dan belanja pemerintah Rp 2.001,6 triliun, maka terjadi defisit anggaran sebesar 2,57% atau di bawah dari yang ditetapkan pemerintah yakni 2,62%," terang Sri Mulyani.

"Demikian juga dengan keseimbangan primer yang menunjukkan adanya tren yang terus kita kendalikan. Jumlah keseimbangan primer kita mencapai Rp 129,3 triliun, jauh lebih kecil dari APBNP yang sebesar Rp 178 triliun. Dengan demikian, APBN kita tetap memiliki daya dorong dan rasio utang kita masih di bawah 30%," jelasnya lagi.

Lebih lanjut diungkapkan, penerimaan negara yang sebesar Rp 1.655,8 triliun berasal dari perpajakan Rp 1.339,8 triliun, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 308,4 triliun, dan penerimaan hibah Rp 7,6 triliun.

Sedangkan untuk belanja negara yang sebesar Rp 2.001,6 triliun berasal dari Belanja pemerintah pusat Rp 1.259,6 triliun atau 92,1% dari APBNP, yang terdiri dari belanja K/L Rp 759,6 triliun, belanja non K/L Rp 500,0 triliun.

Sementara itu, realisasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) mencapai 96,8% atau Rp 742,0 triliun, sedangkan untuk dana desa sebesar 99,6% atau Rp 59,8 triliun.

Sedangkan untuk asumsi makro, disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi berada di level 5,05%, inflasi berada di 3,61%, tingkat suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,0%, harga minyak mentah sebesar US$ 50 per barel, lifting minyak 801 ribu barel per hari, dan lifting gas 1,12 juta barel per hari setara minyak.