Lewat IPO Artajasa, Lintasarta Bakal Raup Dana Segar Hingga Rp312.5 miliar

istimewa

Pasardana.id- PT Aplikanusa Lintasarta akan melakukan melakukan divestasi sebanyak 250.040.000 lembar saham atau setara 20% dari total kepemilikannya pada PT Artajasa Pembayaran Elektronis Tbk ( Artajasa ) melalui proses  penawaran saham perdana atau initial publik offering (IPO).

Hal itu disamapaikan  Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto selaku penjamin pelaksana efek IPO Artasaja di Jakarta, kamis(1/3/2018).

“Sebelum IPO, Lintasarta memegang 55% dari total saham Artajasa dan setelah IPO turun menjadi 38,86%,†kata Moleonoto.

Dijelaskan, Artajasa akan melepas 437.505.800 lembar saham biasa atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh,  dengan harga penawaran  Rp800 hingga Rp1250 perlembar. Dari total saham yang ditawarkan itu, 187.465.800 lembar  merupakan saham baru dan 250.040.000 lembar berasal dari saham biasa milik PT Aplikanusa Lintasarta.

“Dengan demikian Lintasarta akan mendapat dana segar Rp200.032.000.000 hingga Rp312.550.000.000,†jelas Moleonoto.

Sementara Artajasa berpotensi akan meraup dana segar dari IPO ini,sebesar Rp104.972.640.00 hingga Rp234.332.250.

Menurut Direktut Utama PT Artajasa Pembayaran Elektronis Tbk, Bayu Hanantasena mengatakan, langkah ini guna memenuhi ketentuan Peraturan Bank Indonesia tentang Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang salah satu satu klausulnya membatasi kepemilikan pada perusahaaan GPN tak lebih dari 50%.

“karena saat ini Lintasarta memiliki porsi saham  55% maka harus melakukan divestasi,†jelas dia.

Selanjutnya, dana hasil IPO tersbut, kata dia, 60% dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal. Khususnya untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas layanan perseroan melalui pembelian peralatan dan perlengkapan teknologi informasi.

Lebih jauh dia mengatakan, 40% akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan seriring dengan bertambah luasnya jejaring.

“Kami akan meningkatkan layanan pengiriman uang, layanan debit terutam layanan untuk Fintech,†ujar dia.

Jika menilik laporan keuangan akhir September 2017, Artajasa mencatatkan pendapatan Rp361,7 miliar  dan laba bersih Rp110,06 miliar. Sedangkan pada tahun 2018 diperkirakan mencatat laba Rp184 miliar, sehingga price earning ratio (PER) 9,4 X -14 X.